Rabu, 5 Agustus 2020

Proyek Sambungan Murah PDAM di Tebo Diduga Dikerjakan Asal-asalan


Senin, 16 September 2019 | 22:23:17 WIB


Proyek Sambungan Murah PDAM di Tebo Diduga Dikerjakan Asal-asalan
Proyek Sambungan Murah PDAM di Tebo Diduga Dikerjakan Asal-asalan / Ade/metrojambi.com

MUARATEBO - Tahun 2019 ini, Kabupaten Tebo mendapatkan alokasi bantuan pusat program sambungan baru murah air bersih dengan sasaran Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Bantuan tersebut bernilai kurang lebih Rp 3 miliar.

Proyek sambungan murah untuk MBR ini, tersebar di Kecamatan Rimbo Bujang, Rimbo Ulu, Rimbo Ilir, Cermian Alam, Pulau Temiang, Koto Jayo, dan Muara Tabir.

Saat ini, proyek sambungan murah untuk MBR yang nilainya miliaran ini, dikerjakan sendiri oleh pihak PDAM Tirta Muaro. Proyek itu sedang dalam tahap pekerjaan, seperti penggalian lubang untuk jaringan pipa MBR dan pemasangan jaringan dari rumah ke rumah.

Namun, pekerjaan proyek MBR PDAM Tirta Muaro ini sangat disayangkan oleh masyarakat. Pasalnya, diduga pekerjaannya terkesan amburadul dan tidak memperhatikan aspek keamanan pipa. Seperti pembuatan galian lubang jaringan atau pipa PDAM yang tidak memenuhi standar.

Pantauan media ini di lapangan, pembuatan galian pipa kedalamannya hanya sekitar 20 cm atau dangkal. Pada saat pemasangan pipa, bagian dasar lubang galian atau tepatnya dibawah pipa tidak menggunakan pasir untuk bantalan pipa.

Mestinya, dengan ukuran pipa MBR 2 atau 3 Inchi yang dipasang tersebut, ideal kedalamannya adalah sekitar 60 sampai 70 cm dan sebelum pemasangan pipa, lubang galian tersebut terlebih dahulu diberi pasir untuk bantalan Pipa sehingga keamanan jaringan Pipa tersebut dapat terjaga.

"Yang kerja buat galian Pipa PDAM ini asal saja, kurang dalam lubangnya. Karena kurang dalam. Kalau diatas jaringannya yang melintas didepan rumah warga nanti dilewati mobil pipanya bisa pecah, kan mubazir jadinya," sebut Usman, salah satu warga Rimbo Bujang kemarin yang melihat langsung pekerjaan pembuatan galian Pipa MBR.

Sementara itu, Kepala PDAM Unit Perintis Kecamatan Rimbo Bujang, Andi saat dihubungi via HP untuk konfirmasi, ponselnya tidak aktif.


Penulis: Ade Sukma
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments