Jumat, 7 Agustus 2020

Ikuti Upacara di Tengah Kabut Asap, 7 Siswa di Tanjabtim Alami Sesak Nafas


Senin, 16 September 2019 | 23:20:59 WIB


ilustrasi
ilustrasi / dok.metrojambi.com

MUARASABAK - Bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Jambi kian mengkhawatirkan. Selain mengancam kesehatan, kabut asap membuat sekolah-sekolah terpaksa diliburkan.

Meski demikian, masih saja ada sekolah yang belajar seperti biasa di tengah kepungan asap tersebut. Akibatnya, sejumlah siswa yang tengah mengikuti upacara pagi di sekolah itu sesak napas dan jatuh pingsan, bahkan tujuh orang terpaksa dibawa ke puskesmas.

Kejadian itu terjadi di SMA Negeri 3 Kecamatan Nipah Panjang, Tanjung Jabung Timur. Para siswa itu, Senin pagi tetap mengikuti upacara bendera seperti biasanya. Meskipun di tengah kepungan asap, siswa tetap harus menjalaninya.

Tak selang berapa lama upacara di mulai, satu persatu siswa berjatuhan. Para siswa itu mengalami sesak napas, bahkan beberapa siswa diantaranya tak sadarkan diri, sehingga harus menggunakan ambulance dan dibawa ke Puskesmas terdekat.

"Ada 7 siswa yang dilarikan ke Puskesmas karena mengalami sesak napas, bahkan diantaranya ada yang pingsan sehingga harus menggunakan ambulance untuk menuju Puskesmas," kata Pahrin Winardian, Kepala SMAN 3 Tanjabtim saat dikonfirmasi.

Akibat kejadian tersebut, pihak sekolah terpaksa memulangkan siswa lebih awal. Ini dilakukan guna menghindari kejadian serupa menimpa siswa yang lain.

Lebih lanjut Pahrin menjelaskan, kabut asap di Kecamatan Nipah Panjang memang sangat pekat ketika pagi hari yakni dari pukul 6.00 hingga pukul 9.00 WIB. Bahkan saat kejadian kabut asap lebih pekat ketimbang hari-hari sebelumnya.

"Hari ini kabut asap memang sangat pekat, ketimbang hari-hari sebelumnya, mungkin inilah yang menyebabkan beberapa siswa kami terpaksa dilarikan ke Puskesmas," katanya.

Hal senada juga dikatakan Camat Nipah Panjang Helmi, kabut asap memang terasa cukup pekat saat di pagi hari. Dimana jarak pandang di Kecamatan Nipah Panjang hanya sekitar 300 hingga 500 meter saja.

Menurut Camat, kabut asap yang terjadi di Kecamatan Nipah Panjang merupakan kiriman dari Kecamatan Sadu yang beberapa hari terakhir terjadi Karhutla besar-besaran bahkan hingga membakar beberapa rumah warga.

"Kabut asap kemungkinan berasal dari Kecamatan Sadu dan Berbak, karena dua kecamatan ini tengah terjadi Karhutla," ujarnya.

Terpisah Kepala Puskesmas Nipah Panjang Darwin mengatakan, tujuh siswa yang dilarikan ke Puskesmas, kondisinya sudah membaik. Bahkan menurut Darwin, sesampainya di Puskesmas kondisi pernapasan siswa baik dan tidak gejala batuk layaknya orang yang terkena gangguan pernapasan.

"Sesampainya di Puskesmas, kondisi pernapasan seluruh siswa baik dan tidak ada yang batuk, tapi tetap kita berikan oksigen walaupun dengan durasi singkat," tandasnya.

Sementara berdasarkan pengukuran, kualitas udara di Tanjabtim kemarin memang masuk kategori tidak sehat. Berdasarkan rilis yang disampaikan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tanjung Jabung Timur, parameter partikulat bernilai 118,5, yang artinya kategori udara di daerah itu tidak sehat. Sementara itu, satu hari sebelumnya kualitas udara di daerah itu sempat berada pada kategori berbahaya.


Penulis: Nanang Suratno
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments