Sabtu, 14 Desember 2019

Limbah PT AWI Diduga Cemari Lingkungan, Ikan Ditemukan Mati


Selasa, 17 September 2019 | 21:06:25 WIB


/ metrojambi.com

BANGKO – Pabrik Kelapa sawit PT Agro Wijaya Industri (AWI) di Desa Koto Rayo, Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin, diduga melakukan pembuangan limbah ke sungai, sehingga mencemari lingkungan. Limbah yang keluar dari pipa pembuangan perusahaan itu sudah berwarna hitam.

Pantauan di lapangan, ada tiga buah pipa besar yang digunakan TP AWI untuk membuang limbah, ketiga pipa itu mengeluarkan cairan berwarna hitam.

Menurut warga sekitar, perusahaan PT AWI sudah hampir tiga tahun melakukan pembuangan limbah ke sungai abu, akibatnya ikan banyak mati. Tak hanya itu, apabila warga mandi di sungai tersebut, banyak mengalami penyakit kulit dan gatal-gatal.

"Kami pernah bertengkar dengan Manager PT AWI, bahkan hampir bentrok tetapi tidak ada juga tanggapan masalah limbah ini," ujar Hasan Basri, salah seorang warga saat dikonfirmasi.

Akibat limbah, kata Hasan Basri, air sungai berbau busuk. dan limbah mengalir setiap hari. "Limbah ini dibuang di sungai abu, dan sungai abu menuju sungai aur dan sampai di limau manis. Tanah kebun warga juga banyak digenangi limbah pabrik, apalagi musim hujan," ujarnya lagi.

Ia mengatakan, dulu sungai ini tempat warga mandi. Namun kini, warga tak lagi berani mandi di sungai tersebut, sebab dapat menimbulkan gatal. “Anak aku gatal-gatal dan koreng sudah mandi di sungai ini," katanya lagi.

Ia menyebut, dirinya pernah berkomunikasi dengan manager perusahaan itu. Namun, justru pihak perusahaan ngeyel dan meminta warga membuat sumur. “Bukan solusi yang didapat, tapi disuruh bikin sumur," ujarnya.

Dikatakannya lagi, warga sekitar juga banyak yang terkena gatal gara-gara mandi di sungai itu, tapi warga tidak berani mempersoalkan karena takut dengan pihak perusahaan.

Sementara Herman Efendy, Humas PT AWI, terkait masalah limbah menanggapinya dengan santai dan meminta agar masalah limbah dibicarakan dengan sumber yang membidangi.

"Saran abang ajak orang lingkungan hidup bagian laboratorium turun ndo," ujar Herman Efendy yang saat ini menjabat ketua sementara DPRD Merangin.

Dikatakannya lagi, sebaiknya di cek ulang status air limbah yang dikeluarkan PT. AWI, membahayakan atau tidak untuk lingkungan dan dampaknya pada masyarakat.


Penulis: Andi
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments