Sabtu, 11 Juli 2020

Oknum Guru di Tebo Ditangkap Karena Diduga Cabuli 23 Murid Selama 2012-2019


Selasa, 17 September 2019 | 19:35:11 WIB


Tersangka yang kini diamankan polisi
Tersangka yang kini diamankan polisi / Ade Sukma

TEBO-Dunia pendidikan di Kabupaten Tebo saat ini mulai tercoreng. Pasalnya oknum guru honorer di salah satu sekolah di Kecamatan Muara Tabir diduga berbuat tindakan pidana asusila. Bejatnya lagi oknum guru honor ini diduga nekat melakukan pencabulan terhadap siswanya sebanyak 23 korban.

Diketahui oknum guru honorer yang mengajar di salah satu SMPN Tebo berhasil ditangkap polisi. Pelaku berinisial F (38) warga Muara Tabir, Tebo, ini ditangkap polisi karena melakukan aksi pencabulan terhadap 23 siswanya.

Pengungkapan kasus ini dilakukan saat jajaran Polres Tebo, pada Selasa (17/09) pagi menggelar konfrensi pers sebagaimana dimaksud dalam pasal 82 ayat (1) dan ayat (2) Jo pasal 76 E UU RI nomor 17 thn 2016 ttg petetapan PP pengganti UU nomor 1 2016 ttg perubahan kedua atas UU RI nomor 23 th 2002 tentang perlindungan anak menjadi UU, pelaku oknum guru cabul ini dapat dijatuhkan pidana kurungan maksimal 20 tahun penjara.

Pelaku yang sudah mempunyai istri dan dua anak ini terungkap setelah korban berinisial S dan H dicabuli pelaku pada bulan Februari tahun 2019 sekira pukul 13.30 WIB di dalam kamar rumah pelaku di Muara Tabir. Merasa tidak senang, S akhirnya menceritakan kepada orangtuanya.

Mendapat kabar tersebut, orangtua korban langsung melaporkan kejadian yang menimpa anaknya dengan Laporan Polisi nomor : LP/ B-10/ IX/ 2019/ Jambi/ Res Tebo/ Sektor Muara Tabir, tgl 13 September 2019.

Kasat Reskrim Polres Tebo AKP Muhammad Ridho Syawaluddin Taufan, yang didampingi Kanit PPA Polres Tebo  menjelaskan bahwa pelaku berhasil mencabuli korbannya dengan cara korban S dan H disuruh oleh pelaku untuk datang ke rumahnya guna membicarakan masalah kegiatan Pramuka.

Selanjutnya, setelah sampai di rumah S dan H langsung diajak oleh pelaku masuk ke dalam kamar. Lalu pelaku langsung membuka celana korban dan temannya dan (maaf, red) langsung menghisap kemaluan korban dan temannya secara bergantian.

Tak sampai disitu, kemudian pelaku mengoleskan cairan di kemaluan korban dan menyuruh korban serta temannya (maaf, red) untuk memasukkan  kemaluan korban ke dalam lubang anus milik pelaku secara bergantian.

"Dalam melakukan perbuatan cabul, pelaku menjanjikan akan memberikan nilai yang bagus apabila korban mau menuruti kemauan pelaku," kata Kasat.

Kasat juga menerangkan bahwa korban S dan H dicabuli pelaku sebanyak 7 kali. Akibat perbuatan pelaku para korban mengalami trauma serta menahan malu terhadap teman-temannya.

"Dari pengakuan korban, ada 15 orang menjadi korban yang sama. Korban mau menuruti kemauan pelaku karena pelaku menjanjikan akan diberikan nilai yg bagus di sekolah," jelas kasat lagi.

Kasat menerangkan bahwa aksi pelaku ini sudah berlangsung sangat lama yakni pada tahun 2012 lalu hingga 2019. Selama 7 tahun tersebut terhitung ada 23 orang anak laki-laki menjadi korban pencabulan. Bahkan, para korban ada yang sudah bersekolah SMP, SMA dan ada yang sudah kuliah.

"Saat ini pihak Polres Tebo bekerjasama dengan TP2A untuk tahap pemulihan psikologi korban untuk bimbingan konseling. Pelaku dikenakan dua pasal yaitu pasal 82 ayat 1 dan 2 dengan ancaman 20 tahun penjara," pungkas Kasat. 


Penulis: Ade Sukma
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments