Minggu, 20 Oktober 2019

Tolong! Kami Tak Tahan, Headline Harian Pagi Metrojambi Edisi Rabu 18 September 2019

Kabut Makin Pekat, Bocah 4 Tahun Dirawat, Lahan di Kerinci Juga Terbakar

Rabu, 18 September 2019 | 11:08:06 WIB


/

JAMBI – Kabut asap disertai debu bekas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di Provinsi Jambi semakin pekat. Kondisi itu membuat warga kian khawatir, sebab tak sedikit warga yang kesehatannya terganggu akibat asap ini.

Andi, warga Telanaipura Kota Jambi mengatakan, kian hari asap semakin parah. Apalagi ditambah debu-debu bekas Karhutla yang beterbangan. “Kalau seperti ini, bahaya. Kami tak tahan, tolonglah berhentilah membakar hutan. Aparat dan pemerintah segera tindak pelaku Karhutla, termasuk perusahaan,” singkatnya.

Kemarin, sejumlah mahasiswa dan penggiat lingkungan menggelar aksi di Kantor Gubernur Jambi. Walhi, bersama puluhan mahasiswa Universitas Jambi (Unja), serta sejumlah seniman Jambi yang mengatasnamakan dirinya dalam aliansi peduli Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dan kabut asap Jambi, Selasa (17/9/2019) memulai aksi di perempatan kantor Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Jambi, Telanaipura, Kota Jambi.

Baca selengkapnya di Harian Pagi Metrojambi


Penulis: (rna/chy/lea/acm/cai/pia)
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments