Kamis, 3 Desember 2020

Edi Purwanto: Karhutla Persoalan Sangat Serius


Rabu, 18 September 2019 | 22:17:15 WIB


Ketua DPRD Provinsi Jambi Edi Purwanto
Ketua DPRD Provinsi Jambi Edi Purwanto / metrojambi.com

JAMBI - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi Edi Purwanto menyatakan, dampak dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) merupakan suatu persoalan yang sudah sangat serius. Ini disampaikannya usai rapat paripurna digedung DPRD, Rabu (18/9/2019) siang.

Menurut Edi, persoalan Karhutla ini tidak bisa diselesaikan pada satu atau dua instansi saja. Melainkan dari itu juga adanya penanganan jangka pendek dan jangka panjang. Dimana penanganan jangka pendek, lanjutnya, bagaimana asap ini selesai. Sedangkan jangka panjang, regulasi dan sebagaimya termasuk panismen hukum harus ditegakkan setegak-tegaknya.

"Hal ini akan didiskusikan bersama pihak lainnya, termasuk dari Dinas Kesehatan. Kita tanya apakah rumah sakit, puskesmas sudah mengantisipasi. Karena saya yakin adanya asap paling banyak yang menderita sakit karena ISPA. Maka kita suruh cek pengobatannya seperti apa dan kita garasi untuk siapapun yang kena ISPA jangan ditolak karena alasan prosedural, semisal BPJS dan sebagainya. Inilah komitmen kita bersama," beber Edi.

Termasuk nantinya, kata Edi, pihaknya akan meminta kepada Dinas Kesehatan untuk membagikan masker ke seluruh sekolah. "Di data SMA, SMP, SD berapa banyak langsung di drop (masker, red). Jangan menunggu permintaan. Harus reaksi cepat kita yang jemput bola," ujarnya.

Selanjutnya Edi mengatakan, kemungkinan akan membuat dana tak terduga untuk membatu tim Satgas Karhutla. "Misalnya vitamin kepada petugas-petugas pemadam kebakaran ada nggak ? Jangan sampai nantinya mereka memadamkan api, setelahnya malah dia yang sakit. Kita tidak ingin itu," katanya.

Sebagai tindaklanjutnya, Edi menyampaikan, pihaknya juga akan mengusulkan rekomendasi terhadap pencabutan izin ke beberapa korporasi yag dinilai memang betul -betul lalai dalam hal Karhutla ini. Bahkan yang sengaja melakukan pembakaran.

"Hari ini kita dengar dari Kapolda, ada 19 orang tersangka dari 14 kasus. Dan ada penyelidikan bagaimana ada kemungkinan peningkatan status korporasi untuk lebih tinggi lagi (penyelidikan menuju penyidikan). Jadi intinya kami akan bantu," tegasnya.

Sekali lagi, Edi menegaskan bahwa Karhutla ini merupakan persoalan yang sudah sangat serius. Jangan sampai menunggu adanya masyarakat yang menjadi korban-korban, baru melakukan gerakan-gerakan. "Itu percuma. Sebagaimana kata Presiden, sudah jelas bahwa pemerintah daerah belum maksimum," tandasnya.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments