Sabtu, 4 Juli 2020

Disnakertrans Sebut Tak Ada Anggaran, Jenazah TKI Asal Jambi Belum Bisa Dipulangkan


Rabu, 18 September 2019 | 22:31:08 WIB


Hingga saat ini, jenazah Rena Wati (25) yang meninggal dunia di Malaysia belum bisa dipulangkan ke Jambi karena permasalahan biaya
Hingga saat ini, jenazah Rena Wati (25) yang meninggal dunia di Malaysia belum bisa dipulangkan ke Jambi karena permasalahan biaya / dok.metrojambi.com

Ironisnya, bukan satu dua hari tertahan. Jenazah itu rupanya sudah dua bulan masih berada di Malaysia. Sampai saat ini, pihak keluarga kebingungan untuk memulangkannya agar bisa dimakamkan layaknya jenazah lainnya.

Almarhumah tersebut bernama Rena Wati (25), putri bungsu dari pasangan Syaiful Anwar (67) dan Nurhayati (63) warga Kenali Asam Bawah Kota Jambi.

Nurhayati mengatakan, pihaknya tak dapat berbuat banyak untuk memulangkan buah hatinya ini karena tak mampu secara ekonomi. Ia berharap pemerintah, terutama bantuan presiden untuk memulangkan anaknya tersebut.

Namun keluarga almarhum mengaku, mengetahui kabar meninggal anaknya tersebut dari anggota Intel Polresta Jambi yang bernama Heri, yang mengantarkan sebuah surat kepada keluarga yang isinya memberitahukan jika Rena Wati tersebut telah meninggal dunia.

Nurhayati mengatakan, saat itu dirinya dan keluarga lainnya tidak berani menandatangani surat tersebut. Namun saat itu, Heri menemui Sayiful Anwar yang tengah bekerja bangunan tidak jauh dari rumahnya. "Ditanda tangani suami saya karena dia (red, Heri) menyusul ke tempat kerjanya," ungkapnya.

Hanya saja, kata Nurhayati ada yang aneh dalam surat tersebut. Sebab di surat tersebut anaknya itu meninggal pada 27 Juli 2019. Sedangkan Cucunya (red, Mayang) masih melakukan video Call (VC) pada 9 Agustus 2019. "Waktu itu anaknya (red, Kenji) minta belikan susu dan ibunya mau ngirim," jelasnya.

Namun sekitar akhir Agustus 2019, ia dikejutkan dengan pemberitahuan jika anaknya meninggal tersebut. "Saya mau tanya ngak kuat, waktu itu cuman bisa baca ngak boleh di foto atau gimana gitu juga," ungkapnya.

Dari surat pemberitahuan kematian tersebut diketahui meninggal akibat kecelakaan. "Kalau dari surat itu dia kecelakaan dan dibawa ke rumah sakit serta meninggal di University Malaya Medical Centre Lembah Pantai, 59100 Kuala Lumpur, Federal Territory of Kuala Lumpur, Malaysia, Telp : + 60379494422,"ucapnya.

Bahkan ia sempat menghubungi KBRI Malaysia seperti nomor kontak di atas jika akan memulangkan Jenazah Almarhum membutuhkan dana Rp 33 juta jika sampai Jambi. Apabila sampai Jakarta Rp 15 juta.

"Segitu besarnya kami dak mampu, rumah saja seperti ini tinggal di tempat bocor. Mana suami saya masuk rumah sakit karena tumor," ujarnya.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments