Minggu, 15 Desember 2019

Guru dan Dosen Lanjutkan Kolaborasi PTK II


Senin, 16 September 2019 | 21:52:48 WIB


/ metrojambi.com

JAMBI - Universitas Jambi bersama UIN Sulthan Taha Saifuddin (STS) dan sekolah mitra LPTK kedua kampus tersebut menggelar lokakarya II penelitian tindakan kelas (PTK) atau classroom action research, 15-17 September.

Lokakarya yang digelar bekerja sama dengan Tanoto Foundation ini merupakan putaran kedua, kelanjutan dari kegiatan serupa sebelumnya. Kegiatan ini berfokus pada empat topik, yaitu literasi kelas awal SD/MI, tematik SD, matematika SMP/MTs, dan IPA SMP/MTs.

Sebanyak 20 peserta yang terdiri dari delapan dosen Unja dan UIN STS Jambi, delapan guru SDN 197/X Pematang Gajah, MI Kurnia, SMPN 7 Muaro Jambi, MTs Laboratorium, MI Nurul Yakin, SDN 47 Kota Jambi, MTsN 5 Kota Jambi, serta pengawas Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama Muaro Jambi.

“Para peserta dibagi menjadi empat kelompok. Setiap kelompok terdiri atas dua dosen dan dua guru serta fokus pada salah satu dari empat topik di atas,” jelas Sofnidar, Teacher Training Institute Coordinator Tanoto Foundation Provinsi Jambi.

Setiap kelompok didampingi seorang ahli Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dari UIN Walisongo Semarang, Universitas Sebelas Maret Surakarta dan Universitas Negeri Semarang.

Sofnidar mengatakan, setiap kelompok nantinya akan melakukan riset di sekolah dan mengolah data hasil penelitian tindakan kelas. Setiap kelompok kemudian menyajikan hasil analisis datanya untuk mendapatkan umpan balik dari segenap peserta lokakarya.

Ajar Budi Kuncoro, selaku Head of Teacher Training Development Tanoto Foundation menjelaskan, kegiatan ini merupakan kelanjutan dari workshop pertama, guru dan dosen tetap berkolaborasi dalam lokakarya ini. “Di workshop kedua ini peserta akan melakukan analisa dan refleksi terhadap data siklus 1,” jelasnya.  

Berdasarkan analisa dan refleksi tersebut dilakukan perbaikan rencana tindakan dan penysunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk diimplementasikan dalam siklus 2. “Peserta juga akan dikenalkan dengan format laporan PTK yang akan digunakan dalam workshop 3 bulan depan,” ujarnya.

Budi menambahkan, bahwa para guru sering menemui kesulitan dalam proses analisa data dan refleksi, padahal sangat penting untuk menentukan rencana perbaikan pembelajaran di kelas.

Sedangkan para dosen mempunyai peran penting dalam memberikan bantuan teknis dalam hal tersebut.  Di sisi lain dosen juga mendapatkan banyak manfaat dalam kolaborasi bersama guru tersebut karena bisa mendapatkan potret konkret situasi pembelajaran di dalam kelas.

Pengalaman sehari-hari para guru dalam menyusun RPP dan mengajar langsung di dalam kelas juga merupakan sumber informasi yang sangat relevan bagi para dosen dalam melakukan penelitian.

Hal senada disampaikan Heni Purnamawati, guru SMPN 7 Muaro Jambi. Menurutnya, melalui penelitian tindakan kelas ditemukan titik-titik lemah proses pembelajaran sehingga guru mengetahui apa yang mesti diperkuat. “PTK menjadi strategi ampuh memperkuat kualitas proses belajar,” ucapnya.

Zulaikha, M.Ag fasilitator nasional untuk PTK dari UIN Walisongo Semarang, menaruh apresiasi terhadap PTK yang disebut mampu mendorong gairah meneliti para guru dan dosen.

“Temuan-temuan PTK langsung menjadi modal strategis guru untuk memandu proses pembelajaran yang baik dan pada gilirannya tentu saja meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan,” ujarnya.


Penulis: Jainal Abidin
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments