Sabtu, 14 Desember 2019

Orangtua Diberi Pemahaman Mendidik Anak Masa Kini


Senin, 16 September 2019 | 23:40:07 WIB


/ metrojambi.com

JAMBI - Ada semacam kekuatiran dibenak Nana, orangtua siswa Clarine Fernalo (5) murid TK Karunia Global School (KGS) Jambi melihat perkembangan anaknya saat ini. Banyaknya sosial media dan semakin terbukanya internet, cukup meresahkan ibu tiga orang anak ini.

Ia merasakan hal berbeda ketika ia kecil dan dididik orang tuanya dibandingkan saat ini, ketika melihat ketiga anaknya yang masih berusia balita, TK, dan SMA.

Menurut dia, sosial media membuat anak-anak menjadi lebih dewasa dibandingkan umur yang sesungguhnya. Ibu ini pun merasa harus lebih protektif dalam menjaga ketiga buah hatinya.

"Beda usia beda pula pola asuh dan perlakuannya. Berbeda ketika saya kecil dulu, belum ada gadget," ungkap Nana, Senin (16/09).

Ia mengaku senang ketika KGS Jambi memberikan kesempatan para orangtua mengikuti seminar parenting bagaimana mendidik anak usia dini masa kini dengan baik dengan pembicara handal dan telah berpengalaman di dunia pendidikan selama 41 tahun yakni, Sylvia.

Beliau menuturkan memang ada tantangan berbeda dalam mendidik anak zaman sekarang ketimbang masa dulu. Meskipun, menurut beliau, bukan berarti membesarkan anak zaman sekarang lebih sulit.

Menurut Sylvia, pada dasarnya mendidik anak sama sulitnya. Namun, orang tua masa kini memiliki tantangan yang berbeda dengan saat mereka dibesarkan dulu. Alhasil, membesarkan anak tidak bisa dilakukan dengan cara yang sama.

Anak-anak saat ini, kata Sylvia cenderung terbiasa dengan kehidupan serba instan dan gadget. "Anak-anak dengan sangat mudah mendapatkan informasi dari mana saja. Dengan gadget pula dan dengan mudah terhubung dengan dunia global," ungkapnya.

Melihat tantangan yang demikian, orang tua berperan besar dalam pengasuhan anak. Orang tua tetap harus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Orang tua tidak boleh menutup diri dari kemajuan teknologi, namun anak tidak boleh mendapatkan gadget dengan cuma-cuma.

Menurutnya, orang tua berperan menentukan kapan anak sudah bisa diizinkan menggunakan gadget. Misalnya, sebelum anak berusia dua tahun, anak belum boleh menggunakan gadget.

Ketika sudah mulai besar, anak diizinkan menggunakan gadget, meskipun durasinya tetap dibatasi. "Itupun isinya harus orang tua pantau," terangnya.

Oleh karena itu, orangtua harus aktif dan kreatif dalam mendidik anak di rumah dan membantu anak dalam mengembangkan kemampuan motorik halus anak seperti melipat kertas origami menjadi benda yang memiliki bentuk menyenangkan. "Seperti bunga atau bentuk hewan," tuturnya.

Ditambahkannya, keluarga merupakan sentral atau pusat dalam pola pengasuhan anak. Orang tua, harus menjadi teladan dan memiliki visi misi pengasuhan anak. Karena bagaimanapun orang tua adalah orang paling dekat yang bisa dilihat oleh anak setiap harinya.

Menurut dia, jika orang tua telah memiliki visi dan misi dalam pendidikan anak, mereka juga akan memilih lingkungan yang baik untuk mendidik anak yang sesuai dengan visi misinya, termasuk dalam memilih sekolah.

"Anaknya mau dibikin kaya apa? Jangan terserah bapak (menyerahkan kepada sekolah-red), yang penting anaknya baik," kata dia.

Beliau menuturkan, pendidikan adalah sebuah amanah. Pendidikan tidak bisa dilakukan orang tua sendiri. Orang tua memerlukan mitra dalam mendidik anak, termasuk guru di sekolah.

Dengan orang tua yang memiliki visi dan misi jelas dalam pendidikan, orang tua akan memilih mitra-mitra yang sesuai untuk menjalankan visi misinya.

Jika memiliki visi dan misi yang baik, kata dia, orang tua tidak akan asal memilih sekolah. Alhasil pembinaan kepada anak bisa dilakukan dengan baik. Orang tua juga perlu mengkomunikasikan kepada mitra pendidik tentang nilai-nilai apa saja yang ingin diterapkan.

Apalagi, tanggung jawab pendidikan tetap berada di tangan orang tua. Ketika anak sedang berada di sekolah, maka orang tua menitipkan tanggung jawab atau amanah tersebut kepada guru. "Dalam hal ini guru menjalankan amanah orang tua," kata Sylvia.

Orang tua pun perlu menyeleksi pihak-pihak yang akan menerima amanah pendidikan ketika di luar. Namun, hal tersebut hanya bersifat sementara sebab tugas mendidik oleh orang tua berlaku seumur hidup. "Tanggung jawab orang tua adalah seumur hidup," katanya.


Penulis: Jainal Abidin
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments