Minggu, 20 Oktober 2019

Satgas Karhutla Butuh Masker Khusus, Danrem 042/Gapu: Kita Bukan Superman


Kamis, 19 September 2019 | 12:13:25 WIB


Rapat koordinasi penanganan karhutla yang digelar Pemprov Jambi, Kamis (19/9/2019)
Rapat koordinasi penanganan karhutla yang digelar Pemprov Jambi, Kamis (19/9/2019) / Metrojambi.com

JAMBI - Gubernur Jambi Fachrori Umar hari ini, Kamis (19/9/2019), kembali menggelar koordinasi terkait penananan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi saat ini. Rapat juga dihadiri Danrem 042/Gapu, Kapolda Jambi, para bupati/walikota, perusahaan, serta pihak terkait lainnya.

Danrem 042 Gapu Kolonek Arh. Elphis Rudy menyampaikan beberapa kendala dalam penanganan pemadaman Karhutla tersebut. "Kendala diantaranya, sebagian masyarakat masih memiliki kesadaran dan tingkat edukasi yang rendah tentang pembukaan lahan yang aman tanpa membakar. Paling banyak terjadi di Muaro Jambi," ujarnya.

Dikatakannya lagi, adanya upaya pembakaran lahan dan hutan secara terencana dan sistematis oleh pihak perusahaan dengan memanfaatkan masyarakat sebagai pelaku pembakaran dengan imbalan uang.

"Upaya mengatasi dengan melaksanakan patroli pengintaian untuk mengungkap pelaku pembakarannya," kata Elphis.

Untuk wilayah timur Jambi, Elphis mengatakan yang terbakar adalah lahan gambut. Alhasil, kegiatan water bombing untuk memadamkan api juga terbatas karena tebalnya asap yang mempengaruhi jarak pandang.

"Upayanya meminta satgas darat untuk menerbangkan drone di lokasi kebakaran sebagai gambaran situasi kepada pilot," tuturnya.

Lebih lanjut Elphis mengatakan, tim satgas darat yang tersebar ke 134 desa rawan Karhutla tidak dilengkapi dengan perlengkapan perorangan yang memadai, baik untuk melaksanakan pemadaman awal maupun melindungi diri dari api yang dapat membahayakan hidupnya.

Elphis mengatakan, pihaknya telah mengajukan dukungan perlengkapan perorangan seperti masker kebakaran, sepatu boot tahan api, maupun alat pemadam kebakaran. portable.

"Perlunya masker khusus untuk damkar. Sebab kita tidak bisa bertahan lama-lama dalam serbuan asap. Karena kita bukan superman. Kita juga sangat tidak kuat dengan asap," ungkapnya.

Pada kesempatan itu Elphis juga memaparkan solusi jangka pendek. Diantaranya perlu adanya keterlibatan dari semua unsur dalam penanganan Karhutla, yakni sebagai berikut, perlu dukungan pemerintah daerah dan dinas terkait untuk membantu mencari alat dan pengerahan personel, terutama di wilayah yang saat ini mengalami kebakaran yang luas.

Kemudian, perlengkapan perorangan bagi pers damkar seperti masker damkar, sepatu dan sarung tangan tahan api, serta alat pemadam kebakaran gendong (Jet Shooter).

Selain itu, perusahaan juga harus lebih proaktif dalam mendukung pelaksanaan pemadaman pembakaran baik berupa alat dna perlengkapan maupun personil. Serta perlu mengaktifkan posisi siaga Karhua disetiapdesa rawan Karhutla.

Dibutuhkan dukungan anggaran untuk Serpas, makan dan minum bagi pasukan pemadam kebakaran. Selain itu juga dibutuhkan dukungan kesehatan dan kendaraan recovery bagi pasukan pemadam kebakaran dilokasi pemadaman.

"Pemprov agar menghubungi Pemda Sumsel untuk melaksanakan pemadaman bersama diwilayah SP Medak karena asap kebakaran masuk ke wilayah Jambi," pinta Elphis.

Sedangkan untuk solusi jangka panjang, danrem mengatakan, yakni bentuk desk aktif yang bersifat AD HOC penanggulangan Karhutla. Perketat perizinan, evaluasi semua perusahaan terutama yang kurang mapan dan ada indikasi yang kurang peduli (sengaja membakar).

"Perlu adanya MoU penempatan pers disetiap perusahaanuntuk pengawasan melekat terhadap pelaksanaan ketentuan pencegahan Karhutla. Perlu adanya dukungan anggaran sosialisasi, edukasi dan literasi pencegahan Karhutla bagi masyarakat. Dinas pertanian, Kehutanan, Pertanian agar mencari solusi bagi masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar," pungkasnya.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments