Rabu, 16 Oktober 2019

Kualitas Udara Kota Jambi Sudah Berbahaya, Murid PAUD Hingga Pelajar SMP Diliburkan


Kamis, 19 September 2019 | 22:22:51 WIB


ilustrasi
ilustrasi / dok.metrojambi.com

JAMBI - Kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Kota Jambi belakangan ini, semakin parah dan berbahaya bagi kesehatan.

Terkait hal ini, pada Jumat dan Sabtu (20-21/09) seluruh murid PAUD, SD, SMP sederajat diliburkan. "Jumat dan Sabtu, sekolah mulai PAUD hingga SMP sederajat di Kota Jambi diliburkan," ungkap Kabid SMP Disdik Kota Jambi, Supardi, Kamis (19/9/2019).

“Sedangkan untuk guru dan petugas sekolah, tetap masuk seperti biasa. Selama libur, guru tetap memberikan tugas kepada siswa,” jelasnya.

Menurutnya, jika siswa dipaksakan masuk sekolah akan berdampak buruk karena menghirup udara kotor yang kian tidak sehat, terutama anak-anak PAUD dan SD. "Makanya, kita liburkan anak-anak," jelasnya.

Selanjutnya, pada hari Senin (23/09) siswa kembali masuk sekolah, namun jamnya masuk pukul 09.00 Wib dan pulang pukul 13.00 WIB.

Supardi berharap, bencana kabut asap dan kemarau panjang segera berlalu dan segera turun hujan, agar aktivitas di sekolah dapat berjalan sebagaimana biasanya. "Udara saat ini sudah sangat parah, tidak sehat," katanya.

Data Air Quality Monitoring System (AQMS) Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Kota Jambi menyatakan, bahwa kualitas udara akhir-akhir ini pada pagi hingga siang hari berfluktuasi berada di atas baku mutu atau berada di atas batas tenggang yang diperbolehkan keberadaannya, sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Nomor 12 Tahun 2010, dengan kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya.

Berdasarkan data AQMS tersebut, kecenderungan kualitas udara parameter PM2.5 akumulasi tanggal 16 hingga 19 September 2019, pagi hingga siang hari pukul 07.00 WIB-15.00 WIB, terdapat konsentrasi tertinggi pada tanggal 19 September 2019 dengan nilai 382 kategori berbahaya.

Terkait hal ini, Walikota Jambi mengeluarkan instruksi melalui surat Nomor: 180/179/HKU/2019, tentang antisipasi dampak kabut asap, dan berdasarkan hasil koordinasi Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan Kota Jambi serta Dinas Pendidikan Kota Jambi,

Dalam surat tersebut, siswa PAUD hingga SMP sederajat pada 20 dan 21 September diliburkan. Setelah waktu libur yang ditetapkan, kegiatan belajar mengajar, berjalan sebagaimana biasanya sambil menunggu keputusan berikutnya.

Pihak sekolah juga diminta aktif melakukan pemantauan kondisi udara melalui data realtime AQMS/DLHD Kota Jambi, yang direlease Dinas Pendidikan dan Humas Pemerintah Kota Jambi melalui saluran-saluran komunikasi, seperti sambungan telpon, pesan singkat, media sosial maupun media massa.


Penulis: Jainal Abidin
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments