Senin, 3 Agustus 2020

Komisi II DPRD Provinsi Jambi Tinjau Kebakaran Lahan Gambut di Tanjabtim


Jumat, 09 Oktober 2015 | 00:18:19 WIB


Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jambi saat meninjau lokasi kebakaran lahan gambut di Tanjabtim.
Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jambi saat meninjau lokasi kebakaran lahan gambut di Tanjabtim. / Anton

JAMBI - Kebakaran hutan dan lahan di sejumlah kabupaten di Provinsi Jambi menyebabkan timbulnya kabut asap. Meskipun sebagian daerah sudah diguyur hujan, namun sisa-sisa pembakaran di lahan gambut masih ada.

Karena itu, Komisi II DPRD Provinsi Jambi, Kamis (8/10), langsung mendatangi lokasi kebakaran hutan dan lahan di Desa Koto Baru, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim).

Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Jambi, Supriyanto, mengatakan pihaknya ingin melihat secara langsung sejauh mana upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah. Lokasi ini mereka pilih karena lahan gambut merupakan penyumbang asap dan sangat sulit dipadamkan.  

“Tujuan kita untuk melihat dan mendengar langsung bagaimana upaya penanganannya. Kemudian, kita juga ingin melihat sejauh mana penanganannya, serta kendala dan masukan-masukan agar kejadian serupa tak terus berulang di tahun-tahun berikutnya,” sebut Supriyanto, yang didampingi Mesran, anggota Komisi II lainnya.

Supriyanto menambahkan, masukan dan keluhan perlu mereka dapatkan. Langkah ini juga dilakukan untuk menyusun Perda pengendalian kebakaran hutan dan lahan yang akan disusun DPRD Provinsi Jambi. “Perda ini merupakan inisiatif dewan, dari Badan Legislasi DPRD Provinsi Jambi,” terangnya.

Dari hasil pantauan sementara, sambungnya, upaya yang dilakukan pemerintah bersama instansi terkait sudah cukup maksimal dalam pemadaman kebakaran lahan dan hutan. “Kalau upayanya sudah, hasilnya saja yang belum maksimal. Karena asap masih ada sampai saat ini,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya akan memikirkan regulasi yang tepat untuk pengendalian kebakaran hutan dan lahan ini. Pihaknya akan menyusun aturan dalam bentuk Perda untuk pengendaliannya, sehingga hasil yang dicapai diharapkan bisa maksimal. “Tentunya harapan kita ke depan kejadian kebakaran hutan dan lahan tak terjadi lagi, sehingga tak ada lagi bencana kabut asap tiap tahunnya,” pungkasnya.


Penulis: Anton
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments