Senin, 24 Februari 2020

Ratusan Hektare Sawah di Tebo Gagal Panen


Minggu, 15 September 2019 | 21:03:28 WIB


/ metrojambi.com

MUARATEBO - Kemarau panjang yang melanda wilayah Kabupaten Tebo dan sekitarnya sangat berdampak pada para petani. Seperti yang dalami oleh para petani di Desa Jambu, Kecamatan Tebo Ulu. Para petani ini sudah dipastikan merugi karena ratusan hektare sawah mereka terancam gagal panen akibat kekeringan.

Salah seorang petani di desa tersebut, Murni (38) mengatakan, ancaman gagal panen telah menghantui para petani di lahan atau sawah seluas 100 hektare. "Tidak ada air. Seluruh sawah kekeringan," kata dia.

Atas kegagalan tersebut, Murni berharap adanya perhatian dari pemerintah setempat. "Setidaknya ada solusi agar sawah kami bisa dialiri air," kata dia lagi, mewakili para petani di desa itu.

Terpisah Kabid Pertanian, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Tebo, Nanang mengakui, dampak kemarau banyak dirasakan petani Tebo. Selain sumber pengairan mengalami kekeringan, sudah dipastikan tahun ini petani mengalami gagal tanam.

"Iya kering, pastinya mereka gagal tanam. Yang bisa akhir Agustus sudah hujan dan bisa taman ini terancam gagal," kata Nanang.

Sementara untuk tanaman padi yang semula diprediksi gagal panen atau puso, ternyata masih bisa diselamatkan. Ia belum bisa memastikan berapa luas lahan yang terancam gagal tanam dan hampir puso. "Total berapa hektare saya belum liat data, kebetulan saya masih dalam perjalanan," sebut Nanang.

Pastinya, kata dia lagi, jika tahun ini sawah petani Tebo banyak yang terancam gagal tanam. Sementara untuk panen sudah dilakukan sebelum masuk musim kemarau. Pasalnya lanjut dia, biasanya pasca panen seluruh petani langsung melakukan persemaian benih padi untuk kemudian ditanam.

"Kenyataannya saat ini masih kemarau, jadi tertunda tanam saja. Informasi BMKG kemungkinan baru masuk musim penghujan pada akhir Oktober," tuntasnya.

Pantauan media ini, sedikitnya ratusan hektare sawah di desa itu terlihat menjadi lahan tandus. Permukaan sawah bukannya berair, tapi kering dan retak. Kondisi tanaman padi pun mengering dari akar hingga batangnya.

Saat ini, para petani hanya bisa pasrah melihat padi yang susah payah dirawatnya harus gagal panen.


Penulis: Ade Sukma
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments