Rabu, 11 Desember 2019

Belasan Balita di Nipah Panjang Terserang Muntaber


Senin, 23 September 2019 | 11:34:43 WIB


Balita yang dirawat karena terserang muntaber
Balita yang dirawat karena terserang muntaber / Nanang/Metrojambi.com

MUARASABAK – Sejumlah balita saat ini harus menjalani perawatan di Puskesmas Rawat Inap Nipah Panjang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) karena terserang muntaber. Saat ini, sejumlah balita hanya bisa tergolek lemas di kamar perawatan.

Frengky, salah seorang dokter di Puskesmas Nipah Panjang mengatakan, ada belasan pasien dalam dua minggu terakhir yang dirawat karena menderita muntaber.

"Yang jelas dalam dua minggu ini penuh. Sekitar 13 atau 14 pasien jumlahnya. kalau mau tahu pasti, tanya saja sama yang mengumpulkan datanya," kata Frengky, Minggu (22/9/2019).

Dikatakannya lagi, sebagian pasiennya sudah pulang. Namun ada juga yang dirawat di Jambi untuk pengobatan lebih lanjut.

Ia juga mengimbau agar masyarakat dapat mengintensifkan gerakan kebersihan yang dimulai dari hal-hal kecil, yaitu selalu rutin mencuci botol tempat susu Balita dengan menggunakan air panas. Karena dengan cara itu, bisa mematikan bakteri pemicu diare tersebut.

"Jika anak diare, maka pertolongan pertama dengan oralit. Namun, jika masih berlanjut dan anak mulai dehidrasi, segera bawa ke dokter atau layanan kesehatan terdekat," bebernya.

Sementara itu, Mandah, salah satu orang tua pasien yang menginap di ruang Flamboyan mengatakan, anaknya yang berusia 9 bulan itu terkena muntaber sejak seminggu yang lalu. Awalnya hanya demam biasa, namun sering terjadi muntaber, akhirnya dibawa ke Puskesmas Rawat Inap Nipah Panjang untuk dilakukan pengobatan.

Hal yang sama dikatakan Tamia, ibu balita kembar yang juga terkena muntaber. "Yang satu cuma dirawat 4 malam langsung balek. Tinggal satu lagi adiknya yang masih dirawat," katanya.

"Awalnya cuma Diare saja, namun dikasih minum nggak mau, kasih makan nggak mau. Dan melihat itu, langsung lah kami bawak ke Puskesmas Rawat Inap Nipah Panjang agar tidak terjadi hal yang lebih membahayakan untuk anak saya," pungkasnya.


Penulis: Nanang Suratno
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments