Rabu, 20 Januari 2021

Perekonomian Lesu, Perusahaan Batubara di Jambi PHK Karyawan


Jumat, 18 September 2015 | 10:38:43 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

JAMBI – Lesunya perekonomian saat ini serta anjloknya harga jual membuat sejumlah perusahaan batubara di Provinsi Jambi berhenti beroperasi. Bahkan kini sejumlah karyawannya mulai di PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) oleh perusahaan.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinosnakertrans) Provinsi Jambi, M Dianto, mengatakan pihaknya kini tengah menangani beberapa kasus sengketa antara karyawan dan perusahaan batubara.

“Diantaranya perusahaan batubara di Sarolangun dan Bungo,” kata Dianto.

Permasalahan yang kebanyakan terjadi, lanjut Dianto, karyawan yang di PHK tersebut awalnya diberi pesangon, namun kemudian karyawan yang terkena PHK tersebut menuntut perusahaan.

"Kami diminta memediasi. Katanya pada awalnya sudah ada kesepakatan. Ketika di PHK ada pesangon, tapi setelah itu muncul tuntutan baru dari karyawan," jelasnya.

Selama satu tahun terakhir, Dianto mengatakan pihaknya sudah memediasi beberapa kasus sengketa antara karyawan dan perusahaan. Namun untuk perusahaan yang melakukan PHK, baru perusahaan batubara.

Sayangnya, ia tidak menyebut berapa jumlah perusahaan dan karyawan yang sudah di PHK tersebut. "Tidak ada perusahaan lain, hanya batubara saja yang ada laporan ke kita," sebutnya.

Namun ketika disebutkan PHK lantaran krisis ekonomi, Dianto tidak membenarkannya. Menurutnya, ada beberapa alasan perusahaan batubara melalukan PHK kepada karyawannya, seperti batubara yang tidak ada lagi untuk ditambang.

"Karena tidak ada produksi lagi, atau alasan lainnya," ujarnya.

Dianto juga mengimbau bagi para karyawan sebelum mulai bekerja di sebuah perusahaan, harus dilihat betul isi perjanjian kerja atau surat kontrak. Jangan sampai merugikan karyawan ataupun perusahaan.

"Jangan asal tanda tangan. Karena surat kontrak itu adalah kekuatan," pungkasnya.


Penulis: Hendro
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments