Senin, 14 Oktober 2019

Pengetahuan Masyarakat Tentang MKJP Masih Rendah


Rabu, 25 September 2019 | 11:46:57 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

JAMBI - Pengetahun ber-KB masyarakat Provinsi Jambi sudah terbilang sangat tinggi. Ini berdasarkan hasil servei demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017 pengetahuan ber-KB masyarakat Jambi di angka 97 persen.

Namun demikian, Kepala Bidang Advokasi Penggerakan dan Informasi BKKBN Provinsi Jambi Yuslidar, SP mengatakan pengetahuan masyarakat masih rendah di alat Kontresepsi Metode kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).

"Itu yang masih rendah. Tetapi di non MKJP kita sudah bagus," ujarnya, Selasa (24/9/2019).


Yuslidar menjelaskan, tingginya pengetahuan masyarakat tentang keluarga berencana ini ditandai dengan Total Fertility Rate (TFR) Provinsi Jambi yang berada diangka 2,3. "Artinya setiap wanita melahirkan anak di masa reproduksinya sekitar 2-3 anak," sampainya.

Menurut Yuslidar, pengetahuan masyarakat akan penggunaan alat kontrasepsi ini, baiknya berdampak terhadap angka laju pertumbuhan penduduk (LPP) yang bisa ditekan.

"Kita tahu kalau dari hasil SP 2010, LPP kita memang 2,56. Tapi dianalisa ternyata bukan karena kelahiran saja, tapi karena adanya migrasi dari daerah lain. Kita lihat sekarangkan di kota banyak pedagang pecel lele, ternyata itu dari Migrasi daerah lain," sebutnya.

Kendati demikian, Yuslidar menyampaikan, berdasarkan survei LPP Provinsi Jambi saat ini sudah turun menjadi 1,5.

Kemudian ditanya mengenai minat penggunaan Kontrasepsi bagi pria di Provinsi Jambi, Yuslidar mengatakan memang saat ini masih terbilang rendah.

"Kita di Jambi ini kalau kontrasepsi pria masih rendah, khususnya kontrasepsi MOP dan Kondom. Tapi kita selalu lakukan KIE kepada masyarakat, kalau ibunya tidak bisa berKB bapaknya yang berKB, karena terkadang ada ibunya yang tidak bisa kena obat maka bapaknya kita harapkan," tandasnya.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments