Minggu, 20 Oktober 2019

Memahami Statistik di Hari Statistik Nasional


Kamis, 26 September 2019 | 10:10:04 WIB


Syaeful Muslih
Syaeful Muslih / istimewa

Oleh : Syaeful Muslih *)

PADA hari ini tanggal 26 September, tidak banyak yang tahu kalau setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Statistik Nasional (HSN).
Memang HSN tidak setenar atau sefamiliar hari besar nasional lainnya, bahkan kalau diperhatikan mungkin yang memasang spanduk ucapan Selamat Hari Statistik Nasional hanya ada di kantor Badan Pusat Statistik (BPS).

Berbeda halnya ketika peringatan hari besar nasional lainnya yang spanduknya banyak bertebaran di depan kantor-kantor instansi pemerintah.
Hari Statistik Nasional sebetulnya tidak identik  dengan Badan Pusat Statistik (BPS), karena HSN lahir bukan sama dengan lahirnya BPS, namun bertepatan dengan lahirnya Undang-Undang No 7 Tahun 1960 tentang Statistik.

Meskipun Hari Statistik Nasional itu sendiri baru di tetapkan 36 tahun kemudian yaitu tepatnya pada tahun 1996. Sejak saat itulah, setiap tanggal 26 September diperingati sebagai Hari Statistik Nasional.

Namun demikian, jangankan memperingati Hari Statistik Nasional, mengetahui statistik itu apa, masyarakat kita masih sedikit sekali yang mengetahuinya apalagi memahaminya.

Pengertian statistik
Ada beberapa pengertian statistik yang bisa anda jadikan sebagai referensi, misalnya berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 tahun 1997, Statistik adalah data yang diperoleh dengan cara pengumpulan, pengolahan, penyajian, dan analisis, serta sebagai sistem yang mengatur keterkaitan antar unsur dalam penyelenggaraan statistik.

Sedangkan menurut American Statistical Association, statistik adalah sebuah ilmu yang mempelajari tentang pengukuran, pengendalian, dan cara penyampaian ketidakpastian dari sebuah data.

Secara bahasa sederhana, statistik bisa dikatakan sebagai sebuah kumpulan data, angka ataupun informasi yang memberikan gambaran suatu kondisi atau peristiwa.

Perbedaan Statistik dan Statistika

Secara sekilas, dua istilah tersebut terkesan sama, pada sebetulnya berbeda.Statistik bisa diartikan sebagai sebuah kumpulan data, angka atau informasi. Sedangkan statistika merupakan ilmu yang mempelajari bagaimana data, angka, tersebut dikumpulkan, diolah, dan dianalisis untuk menghasilkan sebuah informasi yang bisa digunakan dalam pengambilan keputusan.

Misalnya untuk mata kuliah atau jurusan di Perguruan Tinggi itu dinamakan Jurusan Statistika, bukan Jurusan Statistik. Jadi Statistika  itu merupakan ilmu yang mempelajari statistik, sementara statistik lebih kepada hasil dari pengolahan data yang menggunakan ilmu Statistika tersebut.

Perbedaan Data dan Statistik
Berikutnya akan muncul pertanyaan, terus apa bedanya Data dan Statistik, kemudian apa kaitannya dua hal tersebut dengan Statistika.
Bahasa sederhananya, Data merupakan bentuk jamak dari Datum. Dimana datum itu sendiri merupakan informasi tentang karakteristik dari sebuah objek tertentu.

Untuk lebih mudahnya dapat kita ambil contoh sebagai berikut
Seorang pedagang Pempek ingin mengetahui hasil penjualan pempeknya. Dari informasi diketahui bahwa penjualan pempek bulan september mencapai 1000 potong pempek, maka hal ini disebut dengan datum.

Kemudian apabila informasi tersebut kita kumpulkan menjadi informasi penjualan perbulan selama 2019, maka kumpulan informasi tersebut disebut Data.

Selanjutnya, dari data tersebut dihitung rata-rata penjualan pempek dalam satu bulan ternyata sebanyak 1200 pempek, nah angka Rata-Rata tersebutlah yang disebut dengan Statistik.

Bagaimana proses perhitungan rata-rata dan rumusnya itulah yang kemudian disebut dengan Statistika.

Statistik dalam Kehidupan Sehari-Hari
Mungkin bagi para mahasiswa ataupun anda yang pernah mendapatkan mata kuliah Statistika ketika kuliah beranggapan bahwa statistik itu rumit dan tidak bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Anggapan seperti itu sebetulnya salah besar, karena tanpa kita sadari sebetulnya kita telah banyak memanfaatkan statistik dalam keseharian kita.

Ketika kita menonton pertandingan sepak bola, dalam setiap akhir pertandingan disajikan tentang tentang statistik pertandingan, seperti jumlah penguasaan bola, jumlah tendangan ke gawang, jumlah kartu kuning, termasuk juga jumlah Gol yang dihasilkan.

Bagi anda pengusaha atau pedagang, setiap kali berjualan selalu dihitung berapa barang terjual hari ini, berapa rata-rata barang yang terjual per hari dalam seminggu terakhir. Tanpa anda sadari anda telah menggunakan ilmu statistika dan statistik dalam usaha anda.

Terlebih bagi anda yang berkecimpung dalam pemerintahan, dari awal perencanaan, pelaksanaan, sampai kepada evaluasi kegiatan program pembangunan selalu menggunakan data statistik.

Jadi, berhentilah mengatakan bahwa statistik itu tidak penting atau bahkan mengatakan anda tidak membutuhkan statistik. Karena pada kenyataannya, kita sama sekali tidak bisa melarikan diri dari kebutuhan akan statistik dalam kehidupan sehari-hari.

Unsur-unsur dalam Statistik
Ada beberapa hal yang bisa menjelaskan statistik itu seperti apa, atau unsur-unsur apa yang harus terpenuhi untuk bisa dikatakan sebagai sebuah statistik.

Pertama, statistik merupakan rata-rata dari sekumpulan informasi. Bisa diambil contoh, pendapatan seorang pegawai bukanlah statistik, namun rata-rata pendapatan pegawai merupakan sebuah statistik.

Kedua, statistik memiliki hubungan sebab akibat. Dengan kata lain, statistik mampu menjelaskan hubungan antara satu faktor dengan faktor lainnya. Misalnya, untuk mengurangi kemiskinan, maka faktor-faktor yang mempengaruhinya adalah pendapatan, inflasi, pengangguran, dll.

Ketiga, statistik disajikan dalam bentuk angka, baik hasil pengolahan maupun estimasi. Pada dasarnya, apapun bentuk informasi awal, pada akhirnya informasi tersebut tetap dikonversikan menjadi sebuah angka. Misalkan, ketika berbicara tentang tingkat kepuasan pelanggan terhadap sebuah produk barang, yang awalnya berupan jawaban puas, kurang puas, sangat puas. Dengan metode statistika, kita tetap akan membagi hal tersebut kedalam bentuk angka seperti 1 untuk puas, 2 kurang puas, 3 sangat puas.

Keempat, statistik dihitung dengan metodologi tertentu untuk menjaga akurasi. Pada prosesnya, dalam statistik akan selalu ada metodologi yang harus dipatuhi agar nilai yang dihasilkan benar-benar akurat. Misalnya, dalam menghitung tingkat pengangguran digunakan metode yang sudah disepakati dan digunakan oleh lembaga ketenagakerjaan dunia (ILO) untuk menghasilkan data pengangguran akurat.

Kelima, statistik harus dikumpulkan denga cara yang sistematis. Artinya semua proses statistik yang dilakukan harus menghasilkan output dan tujuan, karena kalau tidak ada tujuan, pengumpulan data yang dilakukan akan menjadi sia-sia.

Keenam, statistik mampu menggambarkan hubungan antara satu hal dengan hal lain yang ukurannya sebanding. Dalam statistik, jangan pernah membandingkan semua hal, yang bisa dibandingkan hanya statistik yang mempunyai standar pengukuran yang sama. Misalnya, anda bisa membandingkan pendapatan pedagang keliling siomay dengan pedagang batagor, namun janganlah membandingkan pendapatan pedagang keliling siomay tersebut dengan pendapatan perusahaan dealer motor.

Peran Masyarakat dalam Statistik
Sumber utama data dari semua kegiatan statistik adalah masyarakat. Pada prinsipnya, masyarakat bisa memanfaatkan statistik untuk keperluan kehidupan sehari-hari, dan masyarakat pun berperan besar dengan memberikan informasi atau data yang jujur dalam setiap pengumpulan data baik yang dilakukan oleh swasta, lebih khusus yang dilakukan oleh pemerintah.

Ada istilah dalam statistik, ketika informasi yang masuk “sampah”, maka ketika diolah akan menghasilkan statistik yang sifatnya “sampah” (garbage in garbage out). Pada akhirnya kualitas statistik yang dihasilkan bergantung dari kualitas informasi yang diberikan oleh responden yang dalam hal ini masyarakat itu sendiri.

Kedepan, mari kita bersama-sama membangun bangsa dan negara ini dengan data statistik yang berkualitas untuk menggapai Indonesia Maju.

Selamat Hari Statistik Nasional 2019.

*) Penulis adalah Statistisi BPS Provinsi Jambi


Penulis: Syaeful Muslih
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments