Rabu, 25 November 2020

Pembangunan Bendungan Raksasa di Merangin Masuk Tahap PKM


Rabu, 02 Oktober 2019 | 22:51:33 WIB


Bupati Merangin Al Haris
Bupati Merangin Al Haris / dok.metrojambi.com

BANGKO - Tahapan pelaksanaan mega proyek pembangunan bendungan Merangin senilai Rp 2,5 Triliun terus dimatangkan. Saat ini tim tengah melakukan Pertemuan Konsultasi Masyarakat (PKM) untuk menyamakan sudut pandang pemenuhan kebutuhan air, pengelolaan dan pemanfaatannya. Ini dilakukan untuk mendapatkan masukan dari steakholder.

Bupati Merangin Al Haris mengatakan, proyek bendungan senilai Rp 2,5 triliun tersebut harus jadi dibangun di Kabupaten Merangin. Dia berharap, pihak terkait membantu proses pembangunan proyek raksasa yang juga berpotensi untuk tenaga listrik tega air 120 MW tersebut.

"Saya harap semua pihak serius, ini kesempatan kita karena sangat banyak daerah lain yang menginginkan proyek ini. Banyak yang berebut, apalagi anggarannya R2,5 triliun," kata Al Haris.

"Jadi pihak terkait harus membantu pihak balai sumber daya air Satker Balai Wilayah Sungai Sumatera VI untuk pembangunan ini. Baik Kades, Camat, perizinan, Amdal, pertanahan dan juga pihak TNKS harus saling membantu," ujar Haris menambahkan.

Haris juga mengatakan, proyek bendungan raksasa yang akan dibangun di wilayah Desa Simpang Parit, Kecamatan Renah Pembarap itu, akan sangat bermanfaat untuk Pemkab Merangin.

"Ini akan menjadi potensi wisata, potensi tenaga listrik, ketersediaan air baku, irigasi baru dan pengendali banjir," ujarnya.

Sementara itu, Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Merangin Aspan mengatakan, bendungan ini ditargetkan selesai 2023.

"Ini lokasinya sudah ditentukan di wilayah Desa Parit Ujung Tanjung, total anggarannya Rp2,5 T dan ditargetkan selesai 2023," kata Aspan.

Secara teknis dijelaskan Aspan, tinggi bendungan mencapai 80 meter dengan ketebalan 318 meter. "Secara teknis 20 meter kedalam tanah dan 60 meter ketas. Hitungan teknis pembangunan bendungan ini menghabiskan 1,5 juta kubik material," ujarnya.

Dikatakan Aspan, study pembangunan bendungan ini telah dilakukan sejak 2017 lalu. Pada 2019 ini, perencanaan yang anggarannya Rp9 Miliar, sementara awal 2020 menentukan lahan yang digarap.  

Sedangkan pekerjaan fisik bendungan akan dilakukan tahun 2020 akhir dan tahun 2023 bendungan ditargetkan selesai. Aspan juga menyebutkan, bendungan raksasa tersebut merupakan proyek Kementerian PU.

"Ada dua lokasi perencanaan pembangunan bendungan oleh Kementerian PU, dan Merangin menjadi pilihan dengan pertimbangan tebing kiri kanan sungai Merangin tinggi, tanahnya napal bagus untuk bendungan, hulu sungai Merangin di Danau Kerinci yang jika kemarau tidak kering," kata Aspan.


Penulis: Andi Kurniawan
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments