Sabtu, 19 Oktober 2019

Asiang Tak Keberatan dengan Dakwaan Jaksa KPK


Kamis, 03 Oktober 2019 | 14:02:33 WIB


Asiang, terdakwa kasus suap pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2018, hari ini, Kamis (3/10/2019), menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Jambi
Asiang, terdakwa kasus suap pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2018, hari ini, Kamis (3/10/2019), menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Jambi / metrojambi.com

JAMBI - Pengusaha Joe Fandy Yoesman alias Asiang, terdakwa kasus suap pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2018, hari ini, Kamis (3/10/2019), menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Jambi.

Sidang hari ini mengagendakan pembacaan surat dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dalam surat dakwaannya, jaksa KPK mendakwa Asing dengan dakwaan alternatif.

Pertama, Asiang didakwa dengan pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Kedua, Asiang didakwa pasal 13 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Atas dakwaan jaksa tersebut, Asiang maupun pengacaranya tidak akan mengajukan eksepsi atau keberatan. \"Kami tidak akan mengajukan eksepsi yang mulia,\" ujar salah seorang pengacara Asiang.

Seyogyanya, sidang akan dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi. Namun jaksa KPK menyatakan minta waktu satu minggu untuk melakukan pemanggilan saksi.

\"Kami minta waktu satu minggu untuk menghadirkan saksi,\" ujar jaksa KPK.

Oleh ketua majelis hakim, sidang lantas ditunda dan akan dilanjutkan kembali Kamis (10/10/2019) pekan depan.


Penulis: Ikbal Ferdiyal
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments