Jumat, 18 Oktober 2019

Kendaraan Mati Pajak akan Kena Denda 16 Persen


Kamis, 03 Oktober 2019 | 16:36:26 WIB


Kepala Bakeuda Provinsi Jambi Agus Pirngadi
Kepala Bakeuda Provinsi Jambi Agus Pirngadi / dok/metrojambi

JAMBI – Program pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) telah ditutup pada 30 September lalu. Pendapatan dari sektor pajak kendaraan ini mencapai Rp 76 miliar atau melebihi target di angka Rp 50 miliar.

Namun ternyata pendapatan ini belum optimal. Pasalnya, masih banyak kendaraan yang mati pajaknya dalam hitungan bulan di tahun 2019 ini (mati bulan).

Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Provinsi Jambi Agus Pirngadi mengatakan, pihaknya telah melakukan pendataan seminggu sebelum ditutupnya pemutihan terhadap kendaraan yang mati bulan.

"Setelah kita inventarisir ada potensi 53 miliar yang bisa didapat dari pajak mati bulan ini," ujarnya, Kamis (3/10/2019).

Untuk usaha ini, Agus menyebut telah meminta UPTD di daerah untuk mengejar ke rumah si wajib pajak. Langkah ini untuk menghindarkan jika tak bayar pajak saat pemutihan akan dikenakan denda normal.

"Nantinya kalau setelah ini yang mati bulan mau bayar pajak akan dikenakan denda 16 persen," sebut Agus.

Langkah selanjutnya, Agus mengatakan khusus pajak yang mati bulan akan diinventarisir setelah tanggal 20 Oktober ini. "Nanti kita inventarisir setelah tanggal 20-an," terangnya.

Sementara untuk langkah penghapusan database kendaraan bermotor bagi penunggak dengan ketentuan waktu tertentu, Agus menyebut belum bisa dilakukan. Mengingat kebijakan dari Kakorlantas Polri dan daerah lain belum menerapkan hal ini.

"Jangan nantinya kita buat diskresi (kebijakan) ini daerah lain malah tak lakukan, kita tunggu komando pusat saja," tuturnya.

Sedangkan untuk data kendaraan yang telah mengikuti pemutihan tahap II ada sebanyak 107.091 unit kendaraan, dengan rincian 24.666 kendaraan roda empat dan 82.425 kendaraan roda dua.

Untuk pemutihan BBNKB sebanyak 3.305 unit kendaraan, dengan rincian 820 roda dua (R2) dan 2.485 roda empat (R4). Kemudian ada pula mutasi masuk dari plat luar ke plat BH sebanyak 2.232 unit kendaraan, dengan rincian 118 R2 dan 2.114 R4. Serta daftar ulang sebanyak 101.554 unit kendaraan dengan rincian 81.487 R2 dan 20.067 R4.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments