Minggu, 20 Oktober 2019

Polda Jambi Tangkap Penyebar Foto Bugil Pegawai Bank


Jumat, 04 Oktober 2019 | 16:05:45 WIB


Direktur Reskrimsus Polda Jambi Kombes Pol Thein Thabero saat mengekspos penangkapan pelaku penyebaran foto bugil pegawai bank
Direktur Reskrimsus Polda Jambi Kombes Pol Thein Thabero saat mengekspos penangkapan pelaku penyebaran foto bugil pegawai bank / Novri/Metrojambi.com

 JAMBI - Seorang pria berinisial RF diringkus anggota Subdit V Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jambi. Warga Palembang, Sumatera Selatan itu ditangkap karena diduga telah menyebarkan foto bugil seorang pegawai bank lewat Instagram.

Direktur Reskrimsus Polda Jambi Kombes Pol Thein Thabero mengatakan, penangkapan terhadap RF didasarkan pada laporan polisi dengan nomor LP/B-208/IX/2019/SPKT Polda Jambi tanggal 4 September 2019. Korban berinisial AF, warga Jambi.

\"Tersangka kita tangkap di rumah orang tuanya di Palembang,\" ujar Thein Thabero kepada wartawan, Jumat (4/10/2019).

Thein Thabero mengatakan, modus yang dilakukan tersangka adalah mengambil gambar bugil korban dengan cara sreenshot saat keduanya melakukan videocall. Foto bugil korban yang di-screenshot tersebut di-upload di sejumlah akun Instagram yang sengaja dibuat oleh tersangka.

\"Sejauh ini ada 11 akun Instagran yang kita temukan,\" sebut Thein Thabero.

Dikatakannya lagi, foto bugil tersebut juga tersebar ke rekan kerja korban, hingga akhirnya pihak manajemen bank juga mengetahui. \"Akibatnya korban dipecat,\" ujarnya.

Ditanyakan mengenai motif tersangka menyebarkan foto bugil korban, Thein Thabero mengatakan diduga karena sakit hati diputusi. \"Mereka pernah menjalin hubungan saat tersangka bekerja di Jambi. Mungkin karena sakit hati diputusi,\" beber Thein Thabero.

Terkait kasus ini, Thein Thabero mengatakan tersangka dijerat dengan pasal 29 jo pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonedia Nomor 44 tahun tahun 2008 tentang Pornografi, dan atau pasal 45 ayat (1) jo pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonedia Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

\"Ancaman hukumannya paling lama 12 tahun penjara,\" pungkasnya.


Penulis: Novri/Ikbal
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments