Rabu, 12 Agustus 2020

NTP Jambi Bulan September Tercatat 98,36 Poin


Senin, 07 Oktober 2019 | 11:25:20 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

JAMBI - Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Jambi yang sempat mencapai 100, kini kembali berada di angka 90-an. Pada September 2019 angka NTP tercatat sebesar 98,36 poin.

Meskipun tak lagi mencapai 100, namun angka NTP pada September 2019 itu naik 2,27 poin dibanding NTP bulan sebelumnya. Peningkatan NTP ini dikarenakan Indeks Harga yang diterima Petani (lt) naik sebesar 1,45 persen sedangkan Indeks Harga yang dibayar Petani (lb) turun sebesar 0,80 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, Dadang Hardiwan mengatakan, peningkatan NTP tersebut dipengaruhi oleh naiknya harga pertanian, khususnya dikomoditi perkebunan seperti karet, sawit, kelapa dan kayu manis.

"Bukan hanya itu, NTP juga dipengaruhi oleh inflasi yakni deflasi di pedesaan," ujarnya, Senin (7/10/2019).

Lebih lanjut Dadang menjelaskan, NTP Provinsi Jambi untuk masing-masing subsektor tercatat sebesar 96,08 untuk subsektor Tanaman Pangan (NTPP), 93,90 subsektor Holtikultura (NTPH), 98,35 subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR), 103,15 subsektor peternakan (NTPT) dan 105,55 untuk subsektor Perikanan (NTNP) yang terdiri dari Perikanan Tangkap (NTN) sebesar 15,16 serta Perikanan Budidaya (NTPi) sebesar 95,21.

"Kalau untuk nilai tukar usaha rumah tangga pertanian (NTUP) Provinsi Jambi September 2019 sebesar 107,25 atau naik 1,30 persen dibandingkan NTUP bulan sebelumnya," sampainya.

Sementara itu, Dadang menyebut, September 2019 NTP Provinsi Jambi berada pada urutan ketiga diantara sepuluh Provinsi se-Sumatera yaitu sebesar 98,36. NTP tertinggi di Provinsi Lampung sebesar 101,58 sedangkan NTP terendah di Provinsi Bangka Belitung yaitu sebesar 83,00.

"Dilihat dari perubahan NTP pada September 2019 terhadap bulan sebelumnya, peningkatan terbesar NTP terjadi di Provinsi Jambi sebesar 2,27 poin," tandasnya.

Deflasi di pedesaan di Provinsi Jambi tercatat sebesar 1,04 persen. Deflasi terjadi pada satu kelompok konsumsi rumah tangga yaitu kelompok bahan makanan.

Inflasi terjadi pada enam kelompok konsumsi rumah tangga. Yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau, kelompok perumahan, kelompok sandang, kelompok kesehatan, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga serta kelompok transportasi dan komunikasi.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments