Senin, 18 November 2019

Pelaksanaan CPNS Awal 2020, Husairi: Anggaran akan Menjadi Silpa


Selasa, 08 Oktober 2019 | 11:06:29 WIB


Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jambi, Husairi
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jambi, Husairi / Rina/Metrojambi.com

JAMBI - Pemerintah akan mengumumkan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada akhir Oktober hingga awal November tahun ini. Sedangkan proses pelaksanaan akan dibuka pada awal 2020 melalui portal KemenPAN-RB.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jambi Husairi mengatakan, informasi CPNS tersebut berdasarkan Rakornas beberapa hari lalu yang diikuti BKD se Indonesia, dan juga turut dihadiri para Sekretaris Daerah (Sekda) provinsi, kabupaten/kota, serta kepala BKPSDM kabupaten/kota.

"Dalam Rakornas itu diputuskan bahwa penerimaan formasi CPNS tahun 2019 akan dibuka di akhir Oktober hingga awal November melalui portal MenPAN-RB. Sedangkan untuk pelaksanaannya di bulan Februari atau Maret 2020," ujar Husairi, Selasa (8/10/2019).

Untuk jumlah kuota CPNS sendiri, Husairi menyebutkan khusus Pemprov Jambi diajukannya kurang lebih 336 orang dengan formasi yang tidak jauh berbeda dari CPNS Tahun 2018 lalu, yakni tenaga pendidik (guru SMA/SMK) dan tenaga kesehatan.

Sedangkan kabupaten/kota disesuaikan pada usulan kabupaten/kota masing-masing."Disetujui berapa jumlah kuotanya kita belum tahu, nanti akan diketahui saat akhir Oktober," katanya.

Kendati demikian, Husairi mengaku adanya permasalahan yang sama terjadi disetiap daerah adalah terkait anggaran CPNS itu sendiri. Sebab menurutnya yang telah dianggarkan tahun 2019 ini dikarenakan pelaksanaannya di 2020, maka nantinya akan menjadi Silpa.

"Silpa akan dialihkan pula ke tahun 2020. Mudah-mudahan nanti melalui banggar DPRD dapat meminta persetujuan untuk dapat dimunculkan di 2020, kalau tidak kita tidak ada anggaran," ujarnya.

Ditanyakan nasib P3K, Husairi mengatakan untuk sementara ini masih menunggu Kepres oleh Presiden. Apabila nantinya Kepres tersebut keluar, lanjutnya, bisa saja pelaksanaannya berbarengan dengan proses CPNS ini.

"Tindaklanjut menunggu Kepres itu apakah dilaksanakan tesnya untuk umum apa honorer (K2) yang tersisa untuk ikut tes. Menpan juga belum bisa memastikan secara rinci. Kemarin baru CPNS yang diputuskan," bebernya.

Sedangkan untuk total anggaran, Husairi menyampaikan pada tahun ini senilai Rp 360 juta. Anggaran itu nantinya digunakan untuk sewa gedung, keamanan, sewa alat dan sebagainya.

"Anggarannya kurang lebih segitu. Dan kalau lokasi (pelaksanaan,red) belum tahu juga. Sebab mau dicek tingkat kelayakannya sejauh mana, khususnya kapasitas internet," sebutnya.

Sementara itu, Badan Kepegawaian Nasional (BKN) menyebutkan akan ada 197.111 formasi pendaftaran CPNS yang akan dibuka tahun ini.

"Dari jumlah tersebut sebanyak 159.257 formasi  berasal dari daerah, sedangkan untuk kementerian atau lembaga jumlahnya hanya 37.854 formasi. Angka-angka tersebut masih dalam proses finalisasi, sehingga adanya perubahan sangat mungkin terjadi," kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat (BKN) Muhammad Ridwan dalam keterangan persnya, Minggu, 6 Oktober 2019.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments