Sabtu, 19 Oktober 2019

Pemprov Jambi Terus Dorong Peningkatan Ekspos SDA


Selasa, 08 Oktober 2019 | 23:24:11 WIB


/ metrojambi.com

JAMBI - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi M Dianto yang diwakili Asisten III Bidang Administrasi Umum, Sudirman, Selasa (8/10/2019), membuka rapat berkala dan evaluasi tim percepatan ekspor sumber daya alam (SDA) Provinsi Jambi, yang digelar oleh Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Jambi, di Abadi Suite Hotel.

Turut hadir Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jambi Ariansyah, Pelindo II Sandha Trishajanto, Yudi dari Bea Cukai, serta ketua dan segenap tim ekspor Provinsi Jambi dan para suporter SDA.

Dalam sambutannya Sudirman mengatakan, dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kontribusi sektor SDA Jambi masih mendominasi perekonomian dan bertumpu pada komunitas SDA.  Hal itu terlihat dengan tingginya ketergantungan  masyarakat terhadap komoditas pertanian, perkebunan, perikanan dan pertambangan.

\"Kondisi ini menjadi sangat rentan terhadap masyarakat karena harga komoditas masih ditentukan oleh mekanisme pasar global,\" ujarnya.

Menyadari hal tersebut, kata Sudirman, pemerintah terus berusaha mendorong peningkatan ekspor SDA yang menjadi produk unggulan Jambi,  dalam upaya meningkatkan perekonomian daerah agar dapat tumbuh dan berkembang sehingga dapat memberikan kesejahteraan kepada masyarakat.

\"Hal ini penting mengingat sektor ekspor menjadi kontributor penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi Jambi di tengah kelesuan sektor investasi akibat ketidakpastian ekonomi global,\" ungkapnya.

Sudirman menjelaskan, dalam rangka mendorong percepatan ekspor Provinsi Jambi maka telah dibentuk tim percepatan ekspor SDA dengan surat keputusan Gubernur Jambi Nomor 845/KEP.GUB/PSDA-3.1/2019  tanggal 25 Juli 2019 tentang pembentukan tim koordinasi peningkatan dan percepatan ekspor pengolahan SDA di Provinsi Jambi, yang dimaksudkan untuk membangun sinergitas antar pemangku kepentingan untuk memperlancar dan mengurangi hambatan dalam rangka ekspor selain itu juga untuk menggali sumber daya alam yang potensial untuk dikembangkan menjadi produk ekspor unggulan yang mempunyai nilai tambah tinggi di pasar internasional.

Lebih lanjut Sudirman mengatakan, pembentukan tim koordinasi peningkatan dan percepatan ekspor pengolahan SDA Provinsi Jambi, merupakan salah satu bentuk dukungan pemerintah daerah bersama instansi vertikal lainnya untuk bahu-membahu dan bekerjasama untuk mendorong peningkatan ekspor Provinsi Jambi khususnya ekspor pengolahan SDA.

\"Sebagaimana kita ketahui bahwa nilai ekspor Provinsi Jambi pada bulan Agustus 2019 turun sebesar 36,95 persen dibandingkan bulan sebelumnya yaitu USS. 412.51 Juta pada bulan Juli 2019 menjadi USS. 260, 09 juta pada bulan Agustus 2019. Penyebab utama turunnya nilai ekspor Provinsi Jambi pada bulan Agustus 2019 ini adalah turunnya ekspor kelompok pertambangan yaitu komoditi Migas dan batubara komoditi Pinang, komoditi karet olahan serta komoditi arang,\" terangnya.

Tujuan negara ekspor antara lain Singapura, Malaysia, Thailand, Jerman dan Cina. Kemudian Jepang Australia, Korea Selatan dan Perancis. Lalu Inggris, Amerika Serikat, India dan Taiwan.

Untuk memacu ekspor di provinsi Jambi, menurut Sudirman perlu pendampingan kepada eksportir dalam kemudahan perizinan pengurusan dokumen dan pendampingan prosedur ekspor oleh karena itu perlu melakukan edukasi pelaksanaan kegiatan usaha ekspor Rintisan secara terprogram dengan instansi yang terkait.

Dikatakannya lagi, terdapat 3 point yang perlu di tindak lanjuti yaitu mengembangkan produk ekspor unggulan yang mempunyai nilai tambah tinggi, lalu menghilangkan hambatan dengan penyederhanaan perizinan dan mencegah ekonomi biaya tinggi, serta menyiapkan sistem layanan yang berorientasi konsumen.

\"Saya harapkan para peserta rapat dan para eksportir dapat memanfaatkan momentum ini untuk Sharing informasi dan data agar peningkatan ekspor SDA Provinsi Jambi dapat terlaksana sesuai dengan harapan kita semua,\" tandasnya.


Penulis: mg1, mg2, mg3
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments