Sabtu, 19 Oktober 2019

Pembatasan Pembelian Solar Bersubsidi Bagi Dump Truck Dibatalkan


Kamis, 10 Oktober 2019 | 10:13:16 WIB


Puluhan truk diparkir di depan kantor DPRD Provinsi Jambi
Puluhan truk diparkir di depan kantor DPRD Provinsi Jambi / Dok/metrojambi.com

JAMBI - Aksi unjuk rasa yang dilakukan puluhan sopir dump truck beberapa waktu lalu, akhirnya membuahkan hasil. Pembatasan pembelian solar bersubsidi hanya sebanyak 30 liter per hari, kini tak berlaku lagi.

Ini setelah BPH Migas telah membatalkan surat edaran yang disebar ke seluruh Indonesia pada tanggal 27 September lalu.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi Rocky Candra yang beberapa waktu lalu menerima para pengunjuk rasa di gedung DPRD Provinsi Jambi mengatakan, pihaknya telah menerima surat edaran tersebut.

Dikatakan Rocky, terhitung 27 September 2019 dump truck sudah bisa kembali mengisi bahan bakar solar bersubsidi.

\"Surat edaran BPH Migas itu sudah dibatalkan. Bisa saja karena terjadi gejolak tidak hanya di Jambi, tapi juga di daerah lain. Ini kan berlaku di seluruh Indonesia,\" ujarnya.

Rocky menyebut saat ini dump truck sudah bisa mengisi solar kapan saja dan dimana saja, selama SPBU melayani BBM bersubsidi.

\"Ada Surat edaran terbaru, tanggal 27 September itu. Tentu surat terdahulu tentang pengendalian bahan bakar jenis tertentu tidak berlaku lagi,\" sampainya.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jambi Harry Andria mengatakan memang tidak ada lagi pembatasan pembelian solar.  Pihaknya pun tidak perlu melakukan sosialisasi terkait hal itu. Karena biasanya, BPH Migas sudah mengirimkan surat tersebut ke masing-masing SPBU.

\"Sudah jalan lagi seperti biasanya, ada suratnya. Sekarang sudah bisa lagi isi solar kapan saja dan dimana saja selama stok di SPBU masih ada. Pembelian solar bersubsidi ini hanya di SPBU yang tangkinya berwarna merah. Sementara yang berwarna biru, itu non subsidi, dan tidak ada pembatasan pembelian BBM di SPBU yang menjual bahan bakar non subsidi tersebut,\" tandasnya.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments