Sabtu, 16 November 2019

Pentingnya Etika Dalam Upaya Peningkatan Kinerja Pemerintah


Sabtu, 12 Oktober 2019 | 10:45:55 WIB


Nandra Mailani
Nandra Mailani / istimewa

Oleh : Nandra Mailani

BERBICARA upaya mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa, sepertinya etika pemerintahan merupakan salah satu jawabannya.

Dalam kaitannya dijelaskan bahwa pembangunan aparatur pemerintah diarahkan pada peningkatan kualitas, efisiensi, dan efektivitas seluruh tatanan penyelenggaraan pemerintah termasuk peningkatan kemampuan, disiplin, pengabdian, keteladanan, dan kesejahteraan.


Mengingat bahwa tugas dari seorang aparatur pemerintah adalah mengabdi kepada masyarakat, sehingga dalam melayani kepentingan umum aparatur pemerintah hendaklah menjalankan tugas dengan peran abdi, bukan malah berperilaku sebaliknya dengan mencari keuntungan bahkan ironisnya lebih mengutamakan kepentingan pribadi dan golongan.

Adapun beberapa permasalahan etika yang terjadi antara lain, aparat dinilai belum maksimal dalam menunujukan sikap ramah, sopan, dan santun pada pengguna jasa pelayanan. Hal tersebut ditunjukkan saat memberikan pelayanan kepada masyarakat, dan aparat tersebut sambil bermain handphone.

Dan hal yang demikian dirasa kurang beretika, selain itu masih terdapatnya pegawai yang tidak berada pada tempat kerjanya atau mejanya kosong di saat pengguna jasa membutuhkan pelayanan. Dan berdasarkan uraian permasalahan tersebut, sehingga penulis berpendapat bahwa betapa pentingnya sebuah etika dalam peningkatan mutu kerja aparat pemerintah.

Secara umum nilai-nilai suatu etika pemerintahan yang perlu dijadikan pedoman dan perlu dipraktekkan secara operasional antara lain: bahwa aparat wajib mengabdi kepada kepentingan umum. Aparat adalah motor penggerak head dan heart bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Aparat harus berdiri di tengah-tengah, bersikap terbuka dan tidak memihak (mediator), harus jujur, bersih, berwibawa, dan aparat harus bersifat diskresif, bisa membedakan mana yang rahasia dan tidak rahasia, mana yang penting dan tidak penting, dan juga aparat harus selalu bijaksana dan berperan sebagai pengayom bagi masyarakat.

Dengan kata lain, suatu nilai etika harus menjadi acuan dan pedoman bertindak yang membawa akibat dan pengaruh secara moral. Etika merupakan kesediaan jiwa akan kesusilaan dan norma, aturan yang mengatur perilaku seseorang dalam bertindak memainkan perannya sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.

Dan ditegaskan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi  Asman Abnur dalam konferensi Etika Nasional dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Pra Konferensi I yang diselenggarakan oleh DKPP di Hotel Borobudur, Jakarta (Rabu, 5/4) “Nilai-nilai etika pemerintahan harus menjadi landasan moral bagi ASN penyelenggara pemeritahan. Inilah yang menjadi policy guidance, tentang apa yang harus dilakukan oleh administrator negara dalam membuat dan menjalankan kebijakan,” ujar Menteri Asman.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DKPP Prof.  Jimly Asshiddiqie menekankan perlunya embina penerapan etika di pemerintahan. “Saat ini seluruh instansi pemerintah, sosial, profesi maupun politik sudah memiliki kode etik, namun penerapannya belum maksimal karena belum terintegrasi dan belum dilakukan pengawasan intensif secara resmi dari pihak pemerintah sendiri.”

Penulis juga berpendapat bahwa aparatur pemerintah seharusnya dapat menjadikan dirinya sebagai teladan di dalam pelaksanaan etika, hukum, dan konstitusi. Dengan kata lain sudah bukan waktunya lagi, pemerintah dapat begitu saja mengambil hak milik orang lain tanpa kewenangan yang jelas dan disertai pemberian imbalan atau ganti rugi yang wajar, dan juga diharapkan setiap aparatur pemerintah dapat selalu mentaati berbagai ketentuan perundang-undangan yang berlaku, serta melalui tulisan ini diharapkan setiap aparatur pemerintah yang berhubungan langsung dengan masyarakat, dapat menumbuhkembangkan sikap mental yang positif dalam upaya menciptakan sebuah pelayanan yang diharapkan masyarakat.

*) Penulis mahasiswa program studi Ilmu Pemerintahan Universitas Jambi


Penulis: Nandra Mailani
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments