Rabu, 20 November 2019

Tiga Pelaku Pencurian Sarang Walet Dihadiahi Timah Panas


Selasa, 17 September 2019 | 15:08:21 WIB


Pelaku dan barang bukti yang berhasil diamankan
Pelaku dan barang bukti yang berhasil diamankan / Muammar Solihin/Metrojambi.com

KUALATUNGKAL - Sebanyak tujuh orang pelaku pencurian sarang burung walet lintas kabupaten berhasil dibekuk Polres Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar). Bahkan tiga dari tujuh orang pelaku dihadiahi timah panas oleh pihak kepolisian karena berusaha melawan saat akan ditangkap.

Kapolres Tanjabbar AKBP ADG Sinaga mengatakan, bahwa dalam melaksanakan aksinya para pelaku tergolong sadis. Pelaku menggunakan senjata api dan mengikat para korban.

“Di wilayah kita (Tanjabbar, red), mereka beraksi di rumah Mujimun, penjaga gudang walet di Jalan Lintas Timur, Desa Muntialo, Kecamatan Betara pada Selasa (3/9/2019) dini hari,” ujar Sinaga kepada wartawan, Selasa (17/9/2019).

Selain mengambil sarang walet seberat 2,3 Kg, pelaku juga mengikat korban dan menodongkan senjata api. Kemudian barang berharga milik korban juga diambil seperti  TV, HP, jam tangan, dan uang tunai Rp 500 ribu.

“Komplotan ini diduga juga melakukan aksi yang sama di beberapa lokasi lain yang tersebar di wilayah Provinsi Jambi,” kata Sinaga.

Diterangkan Sinaga, tersangka pertama yang ditangkap erinisial AG. Tersangka AG yang diketahui memiliki senjata api ditangkap di wilayah Kabupaten Tebo. Pengembangan dari penangkapan AG, kemudian dilakukan penangkapan terhadap AM, AB, dan KN, di Kota Jambi.

“Terakhir, tiga pelaku lain ditangkap di Tebing Tinggi, Tungkal Ulu. Saat dilakukan pengejaran, ketiga pelaku JF (punya senjata api), HF, dan RK sempat ingin melarikan diri ke Riau. Tapi petugas bergerak cepat dan berhasil melakukan penangkapan, Sabtu (14/9/2019) lalu,” terang Sinaga.

Lebih lanjut Sinaga mengatakan, masih ada satu pelaku lagi yang berstatus DPO (daftar pencarian orang, yakni BD yang berperan sebagai pengambil sarang burung walet dan saat ini masih diburu kepolisian.

“Para pelaku yang berhasil ditangkap sedang dilakukan pemeriksaan di Mapolres Tanjabbar dan akan dijerat dengan Pasal 365 ayat 1 ke 4 KUHPidana tentang pencurian dengan kekerasan. Diancam dengan pidana penjara paling lama 12 tahun,” pungkasnya.


Penulis: Muammar Solihin
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments