Rabu, 20 November 2019

Anggota DPRD Tebo Tersangka Kasus Pemalsuan Ijazah Dilimpahkan ke Jaksa


Selasa, 15 Oktober 2019 | 16:37:36 WIB


Tersangka dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebo
Tersangka dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebo / Ade Sukma

MUARATEBO – Jamawarzi, anggota DPRD Kabupaten Tebo dari Partai Gerindra yang menjadi tersangka kasus dugaan pemalsuan ijazah, Selasa (15/10/2019), dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebo. Pelimpahan dilakukan sekira pukul 10.00 WIB oleh penyidik Satreskrim Polres Tebo.

Pelimpahan tahap dua dilakukan setelah berkas pemeriksaan terhadap Jamawarzi dinyatakan lengkap oleh pihak kejaksaan. Pada saat pelimpahan, Jamawarzi didampingi Tomson Purba selaku kuasa hukumnya.

"Hari ini polisi melimpahkan berkas tahap dua tersangka Jamawarzi dan barang buktinya ke Kejaksaan, dan hari ini juga dia (jamawarzi) ditahan" kata salah seorang pegawai kejaksaan.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Tebo AKP Muhammad Reidho Syawaluddin Taufan mengatakan, tersangka mendapatkan gelar akademik Sarjana Hukum (SH) berikut ijazahnya dari Universitas Ibnu Chalbun, di Jakarta. Hanya saja, kata Reidho, cara mendapatkannya tanpa melaksanakan kegiatan perkuliahan.

"Tersangka mendapatkannya dengan cara membayar sekitar 30 juta," ujarnya.

Setelah mendapat ijazah tersebut, tersangka mencantumkan gelarnya tersebut di SIM, KTP, KK, serta digunakan untuk pelaksanaan Pemilu tahun 2019 kemarin. "Jadi gelar yang seharusnya tidak digunakan oleh tersangka namun digunakan untuk identitas tersangka," kata Riedho.

Terkait kasus ini, lanjut Riedho, pihaknya menyita sejumlah barang bukti dari tersangka berupa KK, Ijazah, Skripsi serta berkas terkait pendaftaran Pemilu kemarin. "Saat pendaftaran Pemilu kemarin tersangka menggunakan ijazah SMA, tidak menggunakan ijazah S1. Namun gelarnya tetap dicantumkan," sebut Riedho.

Dari keterangan pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU), lanjut Riedho, mereka menggunakan gelar sesuai dengan yang tercantum di KTP, "Karena di KTP gelar tersangka adalah SH, jadi persyaratan yang di gunakan adalah gelar SH," tandasnya.


Penulis: Ade Sukma
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments