Jumat, 22 November 2019

Fachrori Sampaikan Nota Pengantar RAPBD 2020

Belanja Tidak langsung 60,57 Persen, Belanja Langsung 39,43 Persen

Selasa, 15 Oktober 2019 | 21:42:04 WIB


Gubernur Jambi Fachrori Umar saat menyerahkan nota pengantara RAPBD 2020 kepada Ketua DPRD Provinsi Jambi Edi Purwanto
Gubernur Jambi Fachrori Umar saat menyerahkan nota pengantara RAPBD 2020 kepada Ketua DPRD Provinsi Jambi Edi Purwanto / Humas Pemprov Jambi

JAMBI - Gubernur Jambi Dr. Drs. H. Fachrori Umar, M.Hum menyampaikan Nota Pengantar Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun anggaran 2020 pada rapat paripurna di gedung DPRD Provinsi Jambi, Selasa (15/10/2019).
 
"Alhamdulillah tadi kita menyampaikan Nota Keuangan RAPBD Provinsi Jambi tahun anggaran 2020 yang selanjutnya akan dibahas oleh Badan Anggaran DPRD Provinsi Jambi bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD) Pemerintah Provinsi Jambi," ujar Fachrori.
 
Dalam RAPBD 2020, lanjutnya, pemerintah Provinsi Jambi telah menargetkan pendapatan daerah sebesar Rp 4,448 triliun dan rencana belanja daerah sebesar Rp 4,918 triliun. Terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp 2,979 triliun dengan proporsi sebesar 60,57 persen, serta belanja langsung sebesar Rp 1,939 triliun dan proporsi sebesar 39,43 persen terhadap total belanja.
 
Fachrori mengungkapkan, RAPBD Provinsi Jambi Tahun Anggaran 2020 mengacu pada target-target pembangunan yang termuat dalam dokumen perencanaan sebelumnya dan berdasarkan perundang-undangan yang berlaku, ditengah kondisi perekonomian dan keterbatasan kemampuan keuangan daerah.
 
"Namun demikian, kita tetap berupaya menjadikan APBD sebagai instrumen fiskal untuk mendukung upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat Provinsi Jambi. Untuk itu, APBD harus disusun secara realistis, mendukung program dan kegiatan prioritas, kredibel serta berkelanjutan," ungkapnya.
 
Lebih lanjut Fachrori menjelaskan, penyusunan RAPBD Tahun 2020 berpedoman pada tiga kebijakan utama yaitu, kebijakan pendapatan daerah guna mendukung ruang gerak perekonomian daerah, kebijakan belanja yang memberi penekanan pada peningkatan kualitas belanja produktif dan prioritas, serta kebijakan pembiayaan guna memperkuat daya tahan dan pengendalian resiko dengan menjaga defisit anggaran.
 
"Pada tahun 2020, Pemerintah Provinsi Jambi tetap mengalokasikan belanja bantuan keuangan kepada Kabupaten/Kota sejumlah Rp 148,356 miliar yang diarahkan pada bantuan keuangan yang bersifat khusus, yaitu penyediaan alat berat atau alat pendukung lainnya sebagai fasilitas cepat tanggap bencana dan untuk penataan drainase, untuk penguatan kelembagaan desa dan kelurahan se Provinsi Jambi dengan nilai Rp 20 juta per desa/kelurahan," terangnya.

Selanjutnya, Fachrori mengatakan, untuk bantuan infrastruktur desa dan kelurahan se Provinsi Jambi dengan nilai Rp 40 juta per desa/kelurahan se Provinsi Jambi. "Untuk penataan drainase di Kota Jambi sebagai pengejawantahan pokok pikiran anggota DPRD Provinsi Jambi Dapil Kota Jambi," tandasnya.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments