Kamis, 14 November 2019

Kades Titian Teras Dilarang Warga Ngantor


Jumat, 13 September 2019 | 11:25:39 WIB


Warga saat menyegel kantor Kepala Desa Titian Teras, Kecamatan Batang Masumai, Kabupaten Merangin.
Warga saat menyegel kantor Kepala Desa Titian Teras, Kecamatan Batang Masumai, Kabupaten Merangin. / dok/metrojambi.com

BANGKO - Aksi penyegelan kantor desa Titian Teras, Kecamatan Batang Masumai, Kabupaten Merangin pada Selasa (10/9/2019) malam berbuntut panjang.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Forum komunikasi kecamatan (Forkopimcam) Batang Masumai telah melakukan pertemuan untuk mencari solusi atas dugaan pelecehan seksual oleh Kades terhadap warganya sendiri.

Hanya saja, pertemuan yang digelar di kantor Camat Batang Batang Masumai, Kamis (12/9/2019) kemarin, belum menghasilkan keputusan.

Hal ini seperti disampaikan Sekretaris Kecamatan Batang Masumai Jaya Kusuma. Menurut Jaya, dari pertemuan tersebut kasus ini akan dilimpahkan ke lembaga adat tingkat kabupaten.

"Kesimpulan dari pertemuan Forkopimcam, yang dihadiri tokoh masyakarat, saat ini kita serahkan ke lembaga adat Kabupaten Merangin," jelas Jaya via telepon selulernya.

"Untuk kades tak kita hadirkan pada pertemuan ini, namun ia menerima kesimpulan rapat," tambah Jaya.

Terkait dengan kondisi kantor desa yang masih disegel oleh warga, Jaya mengatakan diputuskan untuk dibuka. Hanya saja warga meminta Kades tidak masuk kantor sebelum persoalan ini selesai di tingkat lembaga adat kabupaten Merangin.

"Kantor yang disegel tetap boleh dibuka, perangkat boleh bekerja seperti biasa. Hanya saja Kades tak boleh ngantor oleh warga," ujarnya Jaya.

Kasus penyegelan kantor Desa Titian Teras ini berawal dari ulah Kades Titian Teras berinisial M yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap warganya. Akibat perbuatannya itu, dia dikenakan denda ada berupa 2 ekor kambing dan 40 gantang beras, namun denda tersebut tidak dibayar.

Kabarnya atas denda tersebut kades ajukan banding ke tingkat lembaga adat kecamatan. Namun putusannya lebih ringan dengan putusan denda adat 2 ekor ayam dan 2 gantang beras. Namun warga tak terima keputusan itu dengan melakukan aksi menyegel kantor desa.


Penulis: Andi Kurniawan
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments