Sabtu, 23 November 2019

DPRD Jambi Undang Pegiat Lingkungan Bahas Karhutla


Selasa, 17 September 2019 | 10:40:55 WIB


DPRD Provinsi Jambi saat menggelar hearing dengan penggiat lingkungan di Jambi, kemarin.
DPRD Provinsi Jambi saat menggelar hearing dengan penggiat lingkungan di Jambi, kemarin. / Metrojambi.com

JAMBI- DPRD Provinsi Jambi menggelar pertemuan bersama pegiat lingkungan di Provinsi Jambi untuk membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan upaya pencegahan ke depan, Senin.

Pegiat lingkungan yang hadir dalam pertemuan yang dilaksanakan Senin, di gedung DPRD Provinsi Jambi yakni dari perwakilan Walhi Jambi, KKI Warsi, Mitra Aksi Jambi, Walestra Jambi, Yayasan Keadilan Rakyat Jambi dan Perkumpulan Hijau.

Pertemuan DPRD bersama pegiat lingkungan di ruang Banggar DPRD Provinsi Jambi tersebut dipimpin langsung Ketua Sementara DPRD Provinsi Jambi, Edi Purwanto beserta Wakil Ketua Sementara, Rocky Candra dan dihadiri puluhan anggota DPRD.

Dalam pertemuan tersebut DPRD mendengarkan penjelasan dari semua pegiat lingkungan terkait kebakaran hutan dan lahan berdasarkan data di lapangan serta menyampaikan masukan dan saran dalam penanganan cepat serta upaya ke depan.

Ketua DPRD Sementara Edi Purwanto usai pertemuan tersebut mengatakan, pertemuan tersebut untuk mencari solusi tentang mengatasi karhutla dan menampung masukan-masukan dari pegiat lingkungan.

"Kita tidak ingin teman-teman pegiat lingkungan hanya bicara di ruang publik dan tidak ada solusi. Sebab itu kita kumpulkan kita dengarkan masukan-masukan mereka dan kita carikan solusi," kata Edi.

Tidak hanya itu, DPRD pada Rabu (18/9) juga akan mengumpulkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pihak terkait lainnya untuk kembali mendengarkan masukan-masukan dan solusi yang baik dalam penanganan karhutla.

Data dari teman-teman pegiat nanti kita tanyakan juga dengan OPD dan pihak terkait agar ada solusi. Kita juga akan panggil perusahaan yang lahannya terbakar dan minta pertanggungjawaban. Kita tanyakan apakah Perda Karhutla yang sudah di Pergubkan dijalankan atau tidak, kata Edi Purwanto.

Ia menegaskan, saat ini tidak bisa menyalah  A atau B. Namun yang terpenting adalah jangka pendek, bagaimana memadamkan api kebakaran lahan dan hutan agar masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa. Sebab itu semua harus bekerja cepat berdiskusi dan ada solusi, untuk pertama jangka pendek.

Edi juga meminta perusahaan yang lahannya tidak terbakar untuk juga membantu memadamkan apai di lahan masyarakat atau perusahaan lain baik dengan mengirimkan alat pemadaman atau lain sebagainya sedangkan pemerintah harusnya tidak hanya meliburkan sekolah saja tetapi juga pekerja perusahaan terutama yang lahannya terbakar dan pekerja dikerahkan untuk memadamkan api.

Adapun rekomendasi jangka pendek dalam pertemuan DPRD dan pegiat lingkungan itu, diantaranya mengaktifkan kembali papan indeks kualitas udara di Provinsi Jambi, meninjau korban asap di rumah sakit yang terkena dampak karhutla serta menyiapkan rumah aman khusus bagi bayi, lansia dan ibu hamil. Kemudian mengaktifkan kembali Masyarakat Peduli Api (MPA) dan DPRD Provinsi Jambi mendorong pemerintah kabupaten/kota untuk berperan aktif dan bersikap tegas dalam hal penanganan karhutla.

Sedangkan rekomendasi jangka panjang diantaranya DPRD Provinsi Jambi mendorong pemerintah provinsi untuk dapat segera menerbitkan Pergub tentang Pelaksanaan Perda Nomor 2 tahun 2016 dan perda tentang Tata Kelola Lahan Gambut, mendorong penguatan dari sisi anggaran untuk penanganan karhutla dan membangun komunikasi dengan pemerintah pusat untuk membuka hambatan regulasi dan persoalan kewenangan khususnya dalam penanganan kahutla di Jambi.

Kemudian mendorong pemerintah pusat untuk mengevaluasi terhadap izin konsesi perusahaan yang terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan serta mendorong pemerintah kabupaten/kota untuk dapat membangun kerja sama dengan perusahaan dalam pengelolaan CSR khususnya dalam penanganan karhutla di Jambi.


Penulis: ***
Editor: Ikbal Ferdiyal
Sumber: Antara


comments