Rabu, 20 November 2019

Pelanggan PDAM Tirta Khayangan Sungai Penuh Kesulitan Air Bersih


Jumat, 18 Oktober 2019 | 11:25:09 WIB


Salah seorang warga Pesisir Bukit, terpaksa beli air dan tong penampung untuk kebutuhan sehari-hari.
Salah seorang warga Pesisir Bukit, terpaksa beli air dan tong penampung untuk kebutuhan sehari-hari. / Dok/metrojambi.com

SUNGAIPENUH - Setelah pemisahan manajemen Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yakni Tirta Sakti Kerinci ke PDAM Tirta Khayangan Kota Sungai Penuh, ternyata berdampak pada tidak optimalnya pelayanan dan distribusi air bersih ke rumah pelanggan di Kota Sungai Penuh.

Hal ini terbukti, hampir tiga bulan pasokan air PDAM Tirta Khayangan Sungai Penuh tidak mengalir kerumah warga di Kecamatan Pesisir Bukit.

Kondisi ini dialami para pelanggan PDAM Tirta Khayangan Koto Renah, Kecamatan Pesisir Bukit, yang berlangganan PDAM justru kesulitan mendapatkan air bersih.

"Dalam beberapa bulan ini pasokan air dari PDAM Tirta Khayangan tidak hidup - hidup," ujar Dewi, salah seorang pelanggan PDAM Tirta Khayangan, Kecamatan Pesisir Bukit.
Bahkan, mirisnya lagi, dirinya terpaksa membeli air ke PDAM Tirta Sakti Kerinci untuk mendapatkan pasokan air bersih keperluan sehari-hari.

"Ya, kami terpaksa membeli air PDAM Tirta Sakti Kerinci untuk mendapatkan air bersih, ini sangat dikeluhkan pelanggan yang membayar tagihan dengan tepat waktu tapi tidak mendapatkan pelayanan terbaik," terangnya.

Warga minta Pemkot Sungai Penuh melalui PDAM Tirta Khayangan Sungai Penuh untuk segera mencari solusi, agar suplai air bersih tidak ngadat lagi kerumah pelanggan.
"Pemkot Sungai Penuh harus mencari solusi cepat, jangan dibiarkan seperti ini, ini kan kebutuhan masyarakat," pungkasnya.

Bukan hanya di Kecamatan Pesisir Bukit, warga di sejumlah kecamatan yang di Kota Sungai Penuh juga mengeluhkan hal yang sama terkait dengan tidak mengalirnya PDAM Tirta Khayangan ke rumah mereka.

Direktur Utama PDAM Tirta Khayangan Sungai Penuh, melalui Pelaksana Tugas Kabag Air Minum, Syafrial, dikonfirmasi mengatakan bahwa di saat kondisi normal, bak penampung PDAM Tirta Khayangan yang berada di Desa Pelayang Raya mampu memproduksi air bersih hingga 140 liter/detik.

Namun selama musim kemarau lalu, kondisi sempat mengalami penurunan hingga 40 persen menjadi 61 liter/detik. "Tetapi nampaknya hujan sudah mulai turun, mudah-mudahan bisa menambah debit air," kata Syafrial.

Pada kondisi penurunan debit air itulah, pihak PDAM terpaksa memberlakukan jadwal pendistribusian air bersih keribuan pelanggan. Ada yang lakukan secara bergilir melalui perpipaan dua hari sekali, dan ada yang digilir melalui mobil tangki, terutama khusus bagi pelanggan yang benar-benar tidak mendapatkan air dari perpipaan.


Penulis: Dedi
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments