Selasa, 12 November 2019

Harapan Pengrajin Batik Pupus, CE: Penggunaan Batik Tergantung Selera


Selasa, 04 Desember 2018 | 11:22:16 WIB


Rikzan, pengrajin batik asal Sarolangun.
Rikzan, pengrajin batik asal Sarolangun. / Luncai Hendri

SAROLANGUN – Harapan pengrajin batik Sarolangun untuk menerapkan seragam batik khas di setiap sekolah dan instansi pemerintah seminggu sekali, sepertinya belum mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sarolangun.

Bupati Sarolangun, Cek Endra mengatakan, Pemkab tidak harus membantu sepenuhnya untuk penggunaan batik di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun di sekolah-sekolah. Pasalnya, penggunaan batik merupakan selera masing-masing individu.

“Tidak bisa kita terapkan seperti itu, karena (batik) itu tergantung selera penggunanya,” kata Cek Endra.

Jadi kata Bupati Cek Endra, tidak bisa menerapkan penggunaan pakaian batik sehari dalam satu pekan. Walaupun, pengrajin batik asal Sarolangun sudah mendapat juara 1 di tingkat nasional.

Untuk diketahui, Rikzan salah satu pengrajin batik asal Sarolangun pada tahun ini (2018), meraih prestasi gemilang di tingkat nasional. Ia mendapatkan Juara 1 pembuatan corak batik dan pewarnaan di Yogyakarta dengan mengangkat nama baik Kabupaten Sarolangun dan Provinsi Jambi.

Rikzan sendiri berkeinginan Pemkab Sarolangun dapat membantu dalam pemasaran dan pembuatan galery batik untuk latihan kerja pembuatan batik. Karena menurutnya, banyak orang luar Jambi yang ingin belajar membuat batik di Sarolangun.

“Saya berharap Pemerintah Kabupaten Sarolangun bisa membantu dalam pemasaran batik, dengan pola menerapkan semua OPD dan sekolah untuk menggunakan batik satu hari dalam satu minggu. Sehingga, pengrajin batik di Sarolangun dapat terbantu dalam pemasaran,” kata Rikzan.


Penulis: Luncai Hendri
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments