Jumat, 15 November 2019

PETI di Merangin Kembali Merenggut Nyawa


Jumat, 20 September 2019 | 14:38:39 WIB


Ilustrasi PETI
Ilustrasi PETI / Dok/metrojambi.com

BANGKO – Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Merangin kembali merenggut korban jiwa. Kali ini, yang menjadi korban adalah M Haris (39).

Menurut informasi, warga Desa Rantau Panjang Siau, Kecamatan Muara Siau, Kabupaten Merangin itu tewas tertimbun longsor di lokasi PETI di Sungai Arai Sekancing, Kecamatan Muara Siau.

Rekan Haris disebutkan juga ikut menjadi korban. Namun ia berhasil diselamatkan dan saat ini kondisinya kritis.

Informasi dari warga setempat, peristiwa tersebut terjadi saat korban dan rekannya mendulang emas dengan cara mengambil material di dalam tambang sedalam dua meter. Kebetulan waktu itu dua alat berat yang beroperasi sedang istirahat karena memasuki waktu magrib.

"Ya, (kejadiannya, red) memang ada. Dia (M Haris, red) meninggal tertimbun longsor saat mengambil material untuk di dulang. Rekannya selamat, tapi sekarat lantaran tertimbun sebatas leher. Yang meninggal itu orang Desa Rantau Panjang Siau," ujar salah seorang warga di lokasi kejadian.

Informasi yang diperoleh metrojambi.com, dari dua alat berat yang beroperasi di lokasi PETI tersebut, salah satunya kepunyaan Kepala Desa Sumber Jaya, Safri. Namun saat dikonfirmasi, Safri membantah informasi tersebut.

“Informasinyo ado, tapi Abang kurang jelas. Kabarnya (korban, red) orang Rantau panjang Siau, dan sudah damai (dengan pemilik alat berat, red). Lagian Abang dak ado urusan. Alat (berat, red) Abang idak, tanah Abang idak,” ujar Safri.

Sementara itu, salah seorang kerabat korban mengatakan, korban bukan bagian dari aktivitas PETI menggunakan alat berat. Biasanya, korban mencari emas dengan cara tradisional atau mendulang.

"Korban masih keluarga saya, kejadiannya Senin (16/9/2019) lalu. Korban saat itu pergi mencari emas dengan cara mendulang, korban mungkin tidak tahu saat mendulang di lokasi PETI, tebing roboh lalu menimpa korban, dan nyawa korban pun tak bisa diselamatkan," ujarnya.

Saat ditanya apakah ada santunan dari pemilik alat berat yang melakukan PETI, kerabat korban mengatakan ada santunan. "Alhamdulillah, ada santunan dari orang itu (pemilik Alat berat)," tandasnya.

Kapolsek Muara Siau Iptu Sitorus saat mencoba dikonfirmasi via telpon seluler terkait insiden yang merenggut nyawa di lokasi Peti tersebut belum memberi jawaban. Nomor yang biasanya digunakan saat dihubungi bernada aktif tapi tidak ada jawaban.


Penulis: Andi Kurniawan
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments