Selasa, 28 Januari 2020

Tidak Bisa Lagi Digunakan Pasca Kebakaran, Bangunan Hotel Novita akan Dirobohkan


Senin, 21 Oktober 2019 | 10:59:57 WIB


Bangunan Novita Hotel yang terbakar beberapa waktu lalu
Bangunan Novita Hotel yang terbakar beberapa waktu lalu / Dok/metrojambi.com

JAMBI - Bangunan Hotel Novita di Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Pasar, Kota Jambi akan segera dirobohkan. Hal tersebut berdasarkan hasil kajian tim ahli bangunan gedung (TABG) yang terdiri dari unsur akademis, ahli dan pemerintahan.

Fatri Suandri, kepala Dinas PUPR Kota Jambi mengatakan, pihaknya sudah melakukan pembahasan perobohan gedung tersebut bersama TABG. Fatri mengatakan, ada kajian langsung dari pakar.

“Hasilnya akan dilakukan pembongkaran dari lantai tiga hingga ke atas,” kata Fatri, Senin (21/10/2019).

Pembongkaran tersebut, kata Fatri, akan dilakukan hati-hati supaya tidak terjadi dampak lingkungan dan hal yang tidak diinginkan. “Disanakan kawasan padat. Harus ekstra hati-hati,” imbuhnya.

Dari hasil kajian, pada dasarnya beton yang mengalami kebakaran lebih dari 4 jam sudah lagi tidak bisa digunakan, karena sudah keropos.

“Gedung Novita itu sudah terbakar lebih dari 24 jam. Namun lantai 1 dan 2 nya masih layak pakai,” sebut Fatri.

Pembongkaran nanti, lanjut Fatri, akan menggunakan crane, alat berat dan peralatan lainnya. Saat ini tim pembongkaran tengah melakukan persiapan. “Biaya pembongkaran 3 miliar ditanggung pihak Novita,” pungkasnya.

Sebelumnya, pada Senin (9/4/2018) lalu, Hotel Novita terbakar. Pengunjung dan tamu yang menginap di hotel tersebut langsung berhamburan keluar begitu mengetahui adanya kebakaran.

Akibat kebakaran tersebut, 4 orang harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Ketika itu, api sangat sulit dipadamkan karena lokasi kobaran api sulit ditembus.

Meskipun peralatan yang disediakan sudah cukup banyak, namun dua dinding kaca di hotel itu sulit ditembus. Api yang menyebabkan kebakaran itu berasal dari lantai 4. Api diperkirakan muncul sekira pukul 05.00 WIB. Ketika itu, salah seorang karyawan melihat percikan api di lokasi kebugaran yang ada di lantai empat di tempat sauna.

Meskipun petugas damkar dibantu petugas kepolisian dan pihak terkait lainnya sudah berjibaku memadamkan api, namun kobaran api tak kunjung padam. Justru pada pukul 15.00 WIB sore harinya, api semakin membesar dan menjalar hingga ke puncak Hotel Novita.

Karena situasi yang kian berbahaya, sore itu proses pemadaman sempat dihentikan. Seluruh petugas pemadam kebakaran dan kepolisian yang awalnya memadamkan api diminta menjauh. Ini guna mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Pasalnya, abu disertai percikan api berterbangan di lokasi kejadian.

Sempat terdengar suara dentuman keras dari arah Hotel Novita. Suara dentuman tersebut sempat mengagetkan warga yang berada di sekitar lokasi kejadian. Takut hal yang tidak diinginkan terjadi, polisi juga memasang garis polisi hingga di depan hotel Matahari 2.

Keesokan harinya, api juga masih muncul kembali. Tidak jelas penyebab api tersebut. Sebelumnya Selasa sore kemarin, api sudah sempat berhasil dipadamkan. Bahkan petugas pemadam kebakaran dan kepolisian sempat masuk ke dalam bangunan untuk melakukan pemeriksaan.

Sejak kebakaran itu, hotel itu berhenti beroperasi. Namun, sudah beberapa bulan terakhir, Matahari Departemen Store yang menyatu dengan hotel itu dibuka lagi meskipun bagian depan hotel sudah tak layak dan cukup membahayakan pengunjung.


Penulis: Amril Hidayat
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments