Minggu, 15 Desember 2019

Rp 2 Miliar Untuk Pembangunan Rumah SAD di Sarolangun dan Merangin


Senin, 21 Oktober 2019 | 20:33:55 WIB


Arief Munandar
Arief Munandar / dok.metrojambi.com

JAMBI - Kepala Dinas Sosial, Kependudukan dan Catatan Sipil (Dinsosdukcapil) Provinsi Jambi, Arief Munandar menyampaikan, embangunan perumahan Suku Anak Dalam (SAD) di Desa Suka Jadi, Kabupaten Sarolangun, dan Desa Sungai Ulak Kabupaten Merangin telah dimulai dengan anggaran sekitar Rp 2 miliar yang disediakan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

Arief mengatakan, di Kabupaten Sarolangun dijatah sebanyak 37 unit rumah. Sementara di Merangin, ada 23 rumah SAD yang dibangun. Rumah tersebut berupa bangunan semi permanen tipe 36.

Lebih lanjut Arif menyebut ada tahapan-tahapan yang dilalui untuk menentukan siapa yang berhak mendapatkan rumah tersebut. Yang jelas, tahap awalnya adalah adanya ketersediaan lahan untuk pembangunan perumahan SAD di daerah tersebut. Kemudian ada SAD di daerah itu.

"Di Sukajadi itu ada 37 KK SAD, kalau tidak salah 112 jiwa. Di Sungai Ulak, sebanyak 23 KK yang menghuni 23 rumah itu nanti. Itu ada data by name by address," ujarnya, Senin (21/10/2019).

Setelahnya dilakukan peninjauan awal, dicek ulang, lalu dilaksanakan Feasibility Study (FS). Kemudian, diadakan semiloka daerah untuk membicarakan apakah benar mereka membutuh rumah. "Dari situ baru kita bawa dan usulkan ke Kemensos. Kemudian ditinjau, lalu dibawa ke semiloka nasional. Di sanalah ditentukan, bahwa Jambi mendapat 60 rumah," katanya.

Untuk menjamin bahwa para SAD tersebut tidak akan meninggalkan rumah yang telah diberikan, pihak Dinsosdukcapil sendiri sudah melaksanakan penjajakan dari awal. Bahwa mereka yang mendapatkan rumah, adalah mereka yang benar-benar membutuhkan.

Ditanyakan mengenai pembangunan perumahan SAD di Kabupaten Tebo yang batal, Arief mengatakan bisa diajukan ulang. Asalkan pihak kabupaten setempat bisa menyediakan lahan untuk pembangunan. Dia mengatakan, tidak bisa menggunakan lahan yang lama, karena dianggap bermasalah.

"Kalau mau diajukan ulang, harus ada lahan baru. Makanya sekarang kami juga sangat selektif untuk menentukan pemenang tender pembangunan perumahan SAD. Jangan sampai seperti yang di Tebo, pekerjaan tidak selesai, akhirnya dana dari pusat juga batal," tandasnya.


Penulis: Rina
Editor: Herri Novealdi


TAGS:


comments