Sabtu, 16 November 2019

Pemkot Jambi Tanda Tangani MoU dengan Penyedia BRT

28 Oktober Akan Resmi Beroperasi

Selasa, 22 Oktober 2019 | 10:18:04 WIB


Walikota Jambi Sy Fasha bersama pihak MDT memberikan keterangan pers usai penandatanganan MoU
Walikota Jambi Sy Fasha bersama pihak MDT memberikan keterangan pers usai penandatanganan MoU / Amril Hidayat/Metrojambi.com

JAMBI-  Masyarakat kota Jambi dalam waktu dekat akan menikmati fasilitas transportasi Capsule Bus yang dinamai Koja Trans.

Angkutan Umum berbasis aplikasi online Capsule Bus ini merupakan yang pertama di Indonesia.

Kehadiran Capsule Bus ini diinisiasi PT Multi Inti Digital Bisnis (MDB) melalui anak perusahaannya, Multi Inti Digital Transportasi (MDT), yang bernaung di bawah Multi Inti Sarana Group (MIS Group).

Sebagai langkah awal untuk merealisasikan beroperasinya Capsule Bus Koja Trans di Jambi, Pemerintah Kota Jambi bersama MDT melakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman Tentang Transportasi Capsule Bus di Kota Jambi, Senin (21/10). Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan oleh Walikota Jambi Syarif Fasha dan Direktur MDT Subhan Novianda, disaksikan Chairman MIS Group Tedy Agustiansjah di Ruang Pola, Kantor Walikota Jambi.

Dipilihnya Kota Jambi, menurut Subhan Novianda, seiring dengan rencana Pemerintah Kota Jambi untuk membangun transportasi modern sejalan dengan konsep smart city. Hal ini sesuai pemikiran Walikota Jambi Syarif Fasha yang memimpin Kota Jambi dengan visi teknologi ke depan yang sangat baik, dan didukung animo masyarakat Jambi yang menyambut baik implementasi teknologi pada fasilitas transportasi publik, mengingat infrastruktur jalan yang sudah baik.

Subhan mengakui setelah uji coba 10 Agustus lalu, antusiasme masyarakat sangat tinggi menyambut kehadiran Capsule Bus Koja Trans di Jambi. MDT siap melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat Kota Jambi mengingat untuk menikmati Koja Trans harus mengunduh aplikasi Capsule Bus di smartphone.

“Kami targetkan minimal 1.000 orang akan mengunduh aplikasi Capsule Bus saat grand launching 28 Oktober nanti, dan jumlahnya akan terus ditingkatkan,” ujarnya.

Menanggapi kehadiran Capsule Bus Koja Trans, Walikota Jambi Syarif Fasha berpendapat kehadiran Koja Trans diharapkan mampu mengubah kebiasaan masyarakat Jambi dalam hal memanfaatkan angkutan umum sekaligus menjadi solusi cermat mengatasi kemacetan lalu lintas.

“Karena Jambi yang pertama kali di Indonesia untuk pengoperasian transportasi modern ini, kehadiran Capsule Bus diharapkan menjadi kebanggaan dan ikon baru masyarakat Jambi,” kata Syarif Fasha.

Dia menambahkan bahwa Capsule bus ini dilengkapi dengan fasilitas wifi, AC dan dapat dipesan melalui aplikasi. Hal ini sebagai langkah awal mwujudkan cita-cita pemerintah untuk membenahi system transportasi umum di Kota Jambi.

“Bus Rapid Transit (BRT) berkapasitas 14 kursi ini merupakan angkutan umum yang dilengkapi beragam fasilitas antara lain AC, CCTV, free WiFi, USB charger, bangku prioritas untuk penumpang dengan kondisi khusus, dan multimedia.  Selain itu, Capsule Bus juga dilengkapi peta yang disesuaikan dengan koridor bus yang tersedia,” kata Fasha.

Saat ini Pemkot Jambi telah menyiapkan beberapa koridor untuk Capsule Bus. “Kami berupaya semaksimal mungkin menyiapkan layanan transportasi terbaik bagi keamanan dan kenyamanan masyarakat Kota Jambi. Apalagi untuk anak-anak kita sehari-hari ke sekolah,” katanya.

Selain itu, lanjut Syarif Fasha, kehadiran Capsule Bus Koja Trans juga diharapkan mampu memudahkan masyarakat melakukan berbagai aktivitas sekaligus memperlancar kegiatan ekonomi.

Sementara Chairman MIS Group Tedy Agustiansjah pada kesempatan yang sama menyatakan pihaknya selalu memperhatikan keseimbangan antara bisnis dengan nilai-nilai manfaat yang harus diterima para pemangku kepentingan. Dia berharap Capsule Bus Koja Trans tidak hanya akan menciptakan keteraturan dan meningkatkan disiplin waktu di masyarakat Kota Jambi, namun lebih dari itu akan terwujud mobilitas masyarakat yang didukung fasilitas transportasi modern yang murah, aman, dan nyaman.

Sementara itu, Kadishub Kota Jambi Shaleh Ridho mengatakan bahwa tidak ada jalur khusus untuk bus tersebut. Dia mengatakan bahwa untuk tahap awal, baru akan dilakukan di 2 koridor yaitu Alam Barajo Rawasari dan Simpang Kawat.

“total nanti koridornya ada 6, setelah busnya sudah tersedia,” pungkasnya.


Penulis: Amril Hidayat
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments