Kamis, 14 November 2019

Asian Agri Prakarsai Ajang Duta Pencegahan Karhutla


Kamis, 24 Oktober 2019 | 21:32:19 WIB


Pemasangan pin kepada pelajar SD 10 Tuo Sumya, sebagai tanda menjadi Duta Pencegahan Karhutla
Pemasangan pin kepada pelajar SD 10 Tuo Sumya, sebagai tanda menjadi Duta Pencegahan Karhutla / Ist

JAMBI - Masih beresikonya Provinsi Jambi terjadinya insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi daya tarik digelarnya penyuluhan Fire Awarnees Community.

Tujuannya adalah untuk menanamkan kesadaran sejak dini mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mencegah terjadinya karhutla kepada generasi milenial.

Ajang duta pencegahan karhutla yang diprakarsai Asian Agri berlangsung di SDN 10/VIII Tuo Sumay, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Jumat (18/10) lalu.

Para pelajar di desa seputar PT Rigunas Agri Utama (RAU), unit bisnis perusahaan perkebunan kelapa sawit Asian Agri, sangat antusias mengikuti pengetahuan dan pengenalan karhutla, manfaat lingkungan dan menjaga lingkungan tetap sehat, yang merupakan bagian program Corporate Social Responsibility (CSR) Asian Agri.

Humas PT RAU, Ahmad Bastari mengatakan, sebaiknya seluruh elemen bangsa berkerjasama dalam rangka mencegah terjadinya karhutla.
Salah satu upaya pencegahan karlahut adalah dengan mensosialisasikan ke masyarakat sekitar, bahaya dan dampak dari karhutla yang bisa merenggut korban jiwa maupun mengakibatkan kerugian materi yang besar.

Bahkan karhutla juga bisa menyebabkan kerusakaan lingkungan yang dapat membahayakan kehidupan manusia. "Perusahaan memberikan pengertian kepada para pelajar sejak dini dari tingkat Sekolah Dasar (SD) supaya dari kecil sudah memahaminya. Dengan demikian sejak usia dini diharapkan anak-anak ini ikut menjaga lingkungan dimulai dari hal yang sederhana, misalnya menanam pohon penghijauan, tidak membuang sampah sembarangan serta menularkan pengetahuan mereka kepada teman yang lain," jelasnya.

Kepala SDN 10/VIII Dedi S menyadari, bahwa musibah karhutla mengakibatkan banyak kerugian, baik itu kesehatan, kerusakan lingkungan, dan juga berimbas pada perekonomian.

"Kami sangat mengapresiasi langkah Asian Agri yang telah memberikan pengenalan sejak dini kepada murid SD kami. Memang masih banyak masyarakat kita yang kebiasaan membuka lahan dengan cara membakar, dan lupa akibat dari kebakaran itu bukan dirinya saja, tetapi anak istrinya dan masyarakat banyak. Untuk itu dengan pemberian pengertian kepada anak-anak ini bisa jadi mereka ikut mencegah para orang tua membakar lahan," jelasnya.

Bukhari, mewakili crew leader DBA Desa Tuo Sumay menyebutkan, di Kabupaten Tebo ini baru PT Rigunas yang benar-benar peduli dengan pengendalian dan pencegahan terhadap karhutla, karena sudah banyak yang dilakukan yaitu mulai dari pembuatan desa binaan Desa Bebas Api.
Selain itu, perusahaan juga bekerjasama dengan pemerintah untuk tanggap darurat kebakaran lingkungan dan pembentukan masyarakat peduli api.

"Kini giliran pembinaan kepada para murid SD. Ini membuktikan kalau PT Rigunas telah ikut mensejahterakan masyarakat, karena kita tahu bahwa akibat karhutla ini sangat merugikan. Pengendalian karhutla adalah program pemerintah, tetapi kita semua jangan tinggal diam dan itu sudah dipelopori oleh Asian Agri," katanya.

Hafiz Hazalin Sinaga mewakili managemen Fire Asian Agri Pekanbaru menerangkan apa itu karhutla, penyebab terjadinya, dampak dan pencegahannya.

Di sela-sela pemberianan materi, para pelajar SD ini diajak diskusi untuk lebih menanamkan tentang dampak karhutla juga pemberian PIN sebagai duta karhutla kecil.

"Dalam program FAC ini kami juga memprioritaskan sekolah-sekolah, karena para siswa tersebut juga terkena dampak karhutla, dari libur sekolah sampai penundaan beberapa kegiatan sehingga proses belajar menjadi terganggu," katanya.

Diharapkan dengan pembekalan pencegahan karhutla sejak bangku sekolah, maka mereka menjadi lebih sadar untuk tidak melakukan hal yang menyebabkan kebakaran baik itu lahan, hutan dan pemukiman. (***)


Penulis: Ikbal Ferdiyal
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments