Kamis, 23 September 2021

Setahun, Seribu Ton Kopi Arabika Kerinci Diekspor Lewat Pelabuhan Luar

Rabu, 30 Oktober 2019 | 16:23:58 WIB


Dalam setahun, diperkirakan hampir 1.000 ton lebih kopi Jambi varian Arabika Kerinci diekspor keluar negeri melalui pelabuhan daerah lain, sehingga tak tercatat di dalam data manifest ekspor Provinsi Jambi
Dalam setahun, diperkirakan hampir 1.000 ton lebih kopi Jambi varian Arabika Kerinci diekspor keluar negeri melalui pelabuhan daerah lain, sehingga tak tercatat di dalam data manifest ekspor Provinsi Jambi / dok/metrojambi

JAMBI - Dalam setahun, diperkirakan hampir 1.000 ton lebih kopi Jambi varian Arabika Kerinci diekspor keluar negeri melalui pelabuhan daerah lain, sehingga tak tercatat di dalam data manifest ekspor Provinsi Jambi.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jambi Ariansyah. Dikatakannya, kopi Jambi kebanyakan diekspor melalui pelabuhan luar seperti Belawan, Tanjung Priok, dan Teluk Bayur, sehingga Disprindag maupun Badan Pusat Statistik (BPS) tidak memiliki jumlah total data ekspor kopi Jambi.

"Kalau dirata-ratakan, kita anggap satu hektare itu satu ton setahun. Kemarin saya dapat catatan dari teman-teman yang biasa ekspor, itu lebih kurang hampir 1.000 ton setahun keluar dari beberapa kelompok tani," ujarnya, Rabu (30/10/2019).

Dijelaskan Ariasnyah, beberapa petani di Kerinci yang produk kopinya diekspor keluar negeri sudah memiliki buyer (pembeli) sendiri. Diantaranya Kelompok Tani Agro Ponik Nusantara (GTN) yang menjual Kopi Arabika sebanyak dua kontainer dalam sebulan keluar negeri seperti Amerika, Italia, dan Inggris.

"Kita anggap dua kontainer itu 20-40 ton sebulan," kata Ariansyah.

Kemudian disebut Ariansyah, masih ada buyer lain seperti Alko, dan Kerinci Barokah. Meskipun jumlah penjualannya lebih sedikit dari GTN.

Kopi Arabika Kerinci merupakan Varian kopi yang paling banyak diminati orang luar negeri, karena menurut Ariansyah ternyata kopi arabika merupakan tase nya orang luar. Untuk ekspor kopi yang dipinta adalah berbentuk grenbend atau kopi yang sudah melalui proses heler dan siap untuk roasting.

"Data di kita negara pengimpor kopi terbesar dari kita adalah Amerika, Belgia, Jerman, Jepang dan Australia. Tetapi masalahnya kita tidak mengetahui volume yang keluar ke sana, karena diekspornya bukan dari pelabuhan kita," ujar Ariansyah.

Para eksportir kopi lebih banyak mengekspor kopi melalui pelabuhan luar karena Quality Control mereka banyak terdaftar di pelabuhan-pelabuhan luar. Yang kedua para eksportir masih terikat kontrak dengan pelabuhan-pelabuhan luar.

"Kita sudah melakukan dua kali FGD untuk meminta para Eksportir ini mengeskport melalui pelabuhan kita, mudah-mudahan ke depan bisa melalui pelabuhan kita, tentu persyaratan di pelabuhan harus terpenuhi," tandasnya.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments