Minggu, 15 Desember 2019

Tim Dosen Muda Fisipol Unja Teliti Model Kepemimpinan Tradisional Kerinci


Selasa, 29 Oktober 2019 | 10:17:18 WIB


Tim dosen Muda Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Jambi (Unja) melakukan penelitian tentang Model Kepemimpinan Tradisional di Kabupaten Kerinci.
Tim dosen Muda Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Jambi (Unja) melakukan penelitian tentang Model Kepemimpinan Tradisional di Kabupaten Kerinci. / istimewa

JAMBI-Tim dosen Muda Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Jambi (Unja) melakukan penelitian tentang Model Kepemimpinan Tradisional di Kabupaten Kerinci. Hal ini merupakan bentuk perhatian Fisipol Unja terhadap dinamika politik dan pemerintahan lokal yang ada di Provinsi Jambi.

Riset ini dilakukan selama 6 bulan dimulai pada bulan Maret sampai dengan September 2019 dengan melibatkan dosen dan mahasiswa Fisipol Unja bersama stakeholder lainnya.

Ketua Tim Penelitian, Rio Yusri Maulana menyampaikan bahwa riset ini adalah kajian baru yang menggunakan pendekatan kultural untuk melihat bagaimana kepememimpinan tradisional adat dapat hadir dalam dinamika politik dan pemerintahan lokal di Kerinci dan pengaruhnya dalam menentukan arah kebijakan politik daerah dengan fokus di dua wilayah tradisional Kerinci, yakni Desa Koto Lanang dan Desa Tebat Ijuk.

Hasil riset ini menemukan bahwa hubungan antara pemerintah desa dan masyarakat adat pada wilayah Tebat Ijuk dan Koto Lanang memperlihatkan hubungan dominasi otoritas adat atas negara, dalam hal ini pemerintah desa.

Dominasi ini ditandai oleh proses pengambilan keputusan  terkait masalah adat, konflik dan urusan pemerintahan desa,  kekuatan adat muncul bukan karena melemahnya negara, atau karena dominasi adat dengan aktor-aktor yang ada. Namun, penguatan Ninik Mamak peran yang didukung oleh sistem sosial budaya Kerinci yang kuat dan akhirnya mampu menghadapi pengaruh negara.

Dari fenomena ini, penelitian ini merekomendasikan model pengambilan keputusan berdasarkan kearifan lokal di mana adat merupakan fondasi pembangunan. Dalam konteks negara yang telah menerapkan sistem pemerintahan dengan otoritas hukum formal, adat dan negara harus disandingkan setara dalam proses administrasi pemerintahan. 

Dalam konteks Kerinci, riset ini telah membuktikan bahwa efektivitas adat sebagai modal yang kuat untuk implementasi dan penyelesaian masalah pemerintahan di desa. 


Penulis: ***
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments