Jumat, 18 Juni 2021

Rencana Penyesuaian Harga Gas Belum Diterima Pemprov Jambi

Kamis, 31 Oktober 2019 | 22:54:02 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

JAMBI - Rencana penyesuaian harga gas pada jaringan gas (City gas) di Kota Jambi hingga saat ini belum diterima Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi. Jaringan gas tersebut merupakan percontohan yang tercatat sudah mencapai sekitar 4.000 pelanggan.

Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Provinsi Jambi Mukhtamar Hamdi mengatakan, belum ada edaran ataupun sosialisasi yang masuk ke pihaknya.

"Untuk jaringan gas di Provinsi Jambi memang baru ada di Kota Jambi. Namun walau percontohan pelanggan tetap membayar satuan harga perbulannya. Memang di awal-awal sempat gratis tapi sekarang bayar, untuk harga satuan lama saya kurang hapal, PT Jambi Indoguna Internasioanl yang tahu," terang Hamdi.

Khusus untuk City gas di Kota Jambi sendiri sudah masuk ke sebagian Kelurahan di Kota Jambi. Tercatat angka 4000 yang disebutkan juga termasuk 1500 jaringan gas rumah tangga yang baru dipasang tahun 2019. "Untuk pemakaian di Kota Jambi baru rumah tangga saja, namun nantinya juga saya dengar akan mulai rintis ke bidang usaha seperti rumah makan juga," kata Mukhtamar.

Selanjutnya, untuk perluasan daerah pelanggan, dia menyebut bisa saja menyentuh Kabupaten Muaro Jambi nantinya. "Karena kan dekat dengan Kota Jambi dan sumber gas banyak di Muaro Jambi," imbuhnya.

Sedangkan untuk rencana kenaikan sektor gas lain seperti LPG, Mukhtamar berpendapat belum akan naik dalam waktu dekat. "Kalau untuk LPG Insya Allah belum naikkan faktor penentunya inflasi, dan inflasi kita terjaga," ujarnya.

Seperti diketahui, pada 26 Oktober lalu ditetapkan 11 wilayah yang akan ditetapkan dan disesuaikan harga jaringan gasnya, satu diantaranya adalah di Kota Jambi. Harga jaringan gas ditetapkan di kisaran Rp 4.250/m3 untuk Rt-1 dan Rp 5.900/m3 untuk RT-2.

Terpisah, Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Fansurullah Asa menjelaskan, penetapan harga jual gas bumi yang diberlakukan pada jaringan gas melalui pipa yang dibangun dengan pembiayaan APBN maupun investasi dari badan usaha sendiri dan dikelola Badan Usaha operator penugasan dari pemerintah untuk kategori konsumen Rumah Tangga (RT) dan pelanggan kecil.

"Kategori rumah tangga 1 terdiri dari rumah susun, rumah sederhana, rumah sangat sederhana. Rumah tangga 2 meliputi rumah menengah ke atas, rumah mewah, apartemen," paparnya.

Sementara, kategori pelanggan kecil 1 terdiri dari rumah sakit pemerintah, Puskesmas, panti asuhan, tempat ibadah, lembaga pendidikan pemerintah, lembaga keagamaan, kantor pemerintah, serta lembaga sosial.

"Sedangkan Pelanggan Kecil 2 meliputi hotel, restoran/rumah makan, rumah sakit, swasta, perkantoran swasta, lembaga pendidikan swasta, pertokoan/ruko," imbuhnya.

Melalui sidang komite, BPH Migas juga memperhatikan penyesuaian dan penetapan harga yang telah diterapkan berikut updating parameter evaluasi di wilayah tersebut.

"Dalam rangka mewujudkan energi berkeadilan, BPH Migas menetapkan harga jual gas pada jaringan gas untuk rumah tangga -1 dan pelanggan kecil -1 lebih murah dari pada harga gas LPG 3 Kg di pasar," pungkasnya.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments