Senin, 9 Desember 2019

Pemilik Senjata Api Asal Sumsel Ditembak Polisi di Sarolangun


Senin, 04 November 2019 | 21:23:26 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

SAROLANGUN - Pelaku kepemilikan senjata api (Senpi) berinisial HHP (30) dihadiahi timah panas oleh jajaran kepolisian Polres Sarolangun, Minggu (03/11) lalu.
Pasalnya, pelaku yang berasal Sumatera Selatan ini berupaya melawan petugas saat hendak dilakukan penangkapan oleh petugas sehingga diberikan tembakan terukur di bagian kaki kiri.

Kapolres Sarolangun AKBP Deny Heryanto, Senin (4/11), dalam keterangan persnya, mengatakan bahwa pelaku ini awalnya hendak melakukan pencurian dirumah warga Desa Pelawan Jaya, bernama Nurlela.

Namun, pemilik rumah mengetahui keberadaan pelaku sedang tertidur di dalam kamar sehingga melaporkan ke ketua RT 04 bernama Selamat dan ketua RT tersebut menghubungi kepala desa Pelawan Jaya, Arifin untuk mendatangi rumah warga tersebut.

Kepala Desa Arifin yang juga sebagai pelapor dalam kasus ini, mendatangi rumah warganya bersama ketua RT didampingi beberapa orang yang ada di rumah membangunkan pelaku. Bukannya pelaku memberikan penjelasan malahan mengeluarkan Senpi laras pendek lalu menodongkannya ke arah pelapor atau Kades Pelawan Jaya.

Lantas, Kades secara sontak menangkis senjata yang ditodongkan pelaku, dan kemudian pelaku lalu diamankan oleh warga. Kemudian pelapor lalu menghubungi aparat kepolisian Polsek Singkut untuk menindaklanjuti kejadian tersebut.

Tak berselang lama, aparat kepolisian datang ke lokasi kejadian hingga akhirnya berhasil melakukan penangkapan pelaku beserta barang bukti. Namun saat digiring ke mapolsek Pelawan Singkut, pelaku melakukan perlawanan kepada petugas sehingga pelaku diberikan tindakan tegas dengan tembakan terukur di bagian kaki kiri, sehingga pelaku dibawa ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

"Setelah diinterogasi, satu kejadian dikembangkan menjadi tiga kasus, karena dua kasus lain, pelaku ini melakukan penodongan. Pertama kepemilikan Senpi, kedua pencurian dengan pemberatan pada 13 Oktober 2019 yang menimpa korban hikmania warga Pelawan sehingga mengalami kehilangan sepeda motor scoopy. Ketiga juga pencurian dengan pemberatan yang menimpa Patmawati sehingga mengalami kerugian satu unit sepeda motor N-mac yang juga warga Pelawan pada tanggal 29 oktober 2019," kata Kapolres didampingi Kasat Reskrim Iptu Bagus Faria.

Kapolres juga menjelaskan bahwa dalam kasus tersebut pihaknya juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya satu pucuk Senpi laras pendek, tiga butir amunisi tajam, satu buah tas sandang, satu buah jaket warna merah, satu unit sepeda motor Yamaha N Max.

"Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya pelaku dikenakan pasal 1 ayat 1 UU Darurat RI nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman penjara 10 tahun, kemudian pasal 363 KUHP ayat 2 dengan ancaman paling lama 9 tahun penjara, serta pasal 365 KUHP," katanya.


Penulis: Luncai Hendri
Editor: Herri Novealdi


TAGS:


comments