Selasa, 24 November 2020

Sama-sama Klaim Dapat Rekomendasi DPP, Mahilli dan Mashuri Rebutan PAN


Senin, 04 November 2019 | 10:55:18 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

JAMBI – Perburuan perahu partai politik untuk maju di Pilkada 2020 semakin sengit. Bukan hanya untuk Pilgub Jambi, di Pilkada kabupaten/kota kandidat juga bertempur untuk mendapatkan dukungan.

Menariknya, perebutan dukungan tak hanya terjadi di luar internal partai. Di dalam internal sendiri, kandidat berebut dukungan untuk maju merebutkan kursi kepala daerah.

Ini terjadi di Pilkada Kabupaten Bungo. Dua bakal calon (balon) bupati Bungo, Mahilli dan Mashuri, saling berebut untuk mendapatkan dukungan Partai Amanat Nasional (PAN). Menariknya, keduanya mengklaim sama-sama mengantongi rekomendasi dari pengurus DPP PAN.

Surat rekomendasi pertama yang ditandatangani oleh Viva Yoga Mauladi selaku Ketua Tim Pilkada DPP itu bernomor 10/PILKADA/IX/2019 tertanggal 17 September yang ditujukan untuk Mahilli.

Sedangkan surat kedua bernomor 21/PILKADA/X/2019 tertanggal 29 Oktober itu dikeluarkan untuk Mashuri. Dalam kedua surat tersebut, keduanya diperintahkan untuk mencari calon wakil.

Selain itu, keduanya juga diperintahkan untuk mencari partai lain, serta terus berkomunikasi dengan pengurus partai di setiap tingkatan.

Keluarnya surat rekomendasi ini tentu saja menimbulkan pertanyaan besar. Siapa sebenarnya yang akan didukung dan diusung oleh partai Matahari tersebut itu di Kabupaten Bungo.

Menanggapi hal ini, Sekretaris DPW PAN Provinsi Jambi, Khusaini mengatakan, surat rekomendasi tersebut bukan berarti merupakan keputusan final untuk Pilkada Bungo 2020.

Menurutnya, surat rekomendasi itu hanya sifatnya restu dari DPP. “Ini dikarenakan adanya permintaan diajukan sebelumnya," kata Khusaini, Minggu (3/10).

Khusaini menambahkan, pihak DPP memberikan keleluasaan kepada dua kader untuk bergerak mencari partai koalisi, mencari wakil dan sosialisasi di tengah masyarakat.

"Nanti juga akan disurvei. Jadi siapa saja kader mau maju akan diberi rekomendasi," jelasnya.

Yang penting, lanjut Khusaini,  ketika sudah memenuhi syarat akan dibuatkan SK dari DPP yang ditanda tangani oleh Ketua umum dan Sekjen. "Nanti setelah memenuhi syarat, baru dikeluarkan SK untuk satu pasangan calon," ujarnya.

Dirinya pun mengaku jika surat rekomendasi itu dikeluarkan dikarenakan adanya usulan dari Mahili untuk memberikan rekomendasi kepadanya dari DPP.

"Supaya ini tidak ada disalahartikan, makanya Mashuri juga meminta rekomendasi tersebut. Kemudian dikeluarkan juga untuk Mashuri," jelasnya.

Sementara untuk daerah lain, Khusaini mengatakan, tidak ada dikeluarkan surat rekomendasi. Baginya, surat rekomendasi itu tidak terlalu penting. "Karena surat rekomendasi itu tidak penting-penting amat," pungkasnya.


Penulis: Sahrial
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments