Rabu, 13 November 2019

Begadang, Hal Sepele yang Bisa Menggerogotimu!


Rabu, 06 November 2019 | 14:51:29 WIB


Rindu Ade Mika Afrilia
Rindu Ade Mika Afrilia / istimewa

Oleh: Rindu Ade Mika Afrilia *)

JAMAN sekarang siapa sih yang tidak pernah begadang? Sebagai kawula muda kita sibuk menghabiskan hari dengan aktivitas super padat dengan waktu istirahat yang kurang. Seringkali kegiatan-kegiatan yang kita lakukan memaksa kita untuk tidur hingga larut malam.

Mulai dari tugas sekolah, tugas kantor dan belum lagi dengan deadline-deadline yang menunggu. Lalu apakah begadang satu-satunya cara untuk mengejar kegiatan tersebut? Tentunya tidak! Pada artikel kali ini kita akan mengetahui lebih dalam lagi apa sih begadang? Bagaimana mekanisme Begadang? Lalu seperti apa begadang mempengaruhi kesehatan kita?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) begadang merupakan kegiatan berjaga untuk tidak tidur hingga larut malam. Secara normal manusia dianjurkan untuk tidur selama 8 jam per hari. Untuk begadang sendiri ialah kondisi dimana seseorang hanya tidur 6 jam atau kurang dari 8 jam.

Tidur sangat penting bagi tubuh kita karena dengan tidur kita bisa mengistirahtkan pikiran, tubuh, dan memperbaiki sistem metabolisme. Jika kita mendapatkan istirahat yang baik dan cukup, saat kita bangun tubuh akan terasa fresh, lebih fit, memperbaiki mood dan siap untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Dilansir dari Ciputraoceo.net, waktu paling baik yang di perlukan untuk tidur pada malam hari ialah antara 7 sampai 8 jam dalam sehari. Orang yang terbiasa tidur kurang dari enam jam setiap harinya beresiko 48% mengidap penyakit jantung, hipertensi, obesitas serta meninggal di usia muda karena serangan stroke.

Dikutip dari dr. Devika Y pada Alodokter.com beliau menuturkan bahwa pada umumnya tubuh manusia sudah disetting dengan jam biologis (ritme sirkadian) pada malam hari tubuh akan beristirahat dengan tidur dan pada saat siang hari tubuh akan beraktivitas. Kebiasaan begadang meskipun saat siang hari sudah tidur hingga 8 jam, hal tersebut akan mengubah jam biologis anda. Apabila jam biologis berubah, maka akan lebih sulit bagi tubuh untuk mengembalikan jam biologis ke kondisi normal seperti semula.

Sebagai manusia kita dituntut tinggi untuk bertanggung jawab dalam hal apapun. Deadline, tugas dan lembur kerja menjadi alasan yang kuat bagi sesorang untuk melakukan kegiatan begadang. Hal-hal yang mendasari seseoarang melakukan kegiatan ini ialah tuntutan pekerjaan.

Kerja dengan shift malam akan memaksa seseorang terjaga bahkan tidak tidur sama sekali hanya untuk memenuhi tugasnya. Hal ini juga dapat membuat perubahan yang signifikan dalam pola tidur. Dan tentunya tubuh sistem metabolisme tubuh akan terganggu. Sebagai seorang pekerja atau pelajar tentunya kita diberikan tugas oleh atasan ataupun guru. Kegiatan seperti ini akan membuat kita harus menyelesaikan semua pekerjaan terlebih dahulu. Belum lagi dengan deadline yang menumpuk dan memaksa kita untuk menyelesaikannya dengan cepat. Insomnia, Seringkali kita sudah memiliki keinginan untuk tidur cepat agar tubuh dapat beristirahat.

Tetapi secara tidak langsung kita merasa bahwa kita tetap terjaga dan kesulitan untuk tidur. Insomnia merupakan gangguan kesulitan tidur. Menurut DSM-IV dari American Psychiatric Association, terdapat dua kriteria utama dalam mendiagnosis gangguan tidur yaitu gangguan tidur yang terjadi selama lebih dari satu bulan dan gangguan tidur yang dapat membuat seseorang merasa gelisah, khawatir dan kelelahan. Insomnia sendiri dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti gangguan mental dan suasana hati, penggunaan obat yang salah dan stress. Dari kegiatan sehari-hari yang sering kita lakukan juga dapat meningkatkan risiko kita melakukan begadang. Seperti nongkrong hingga larut malam, mengkonsumsi kopi hingga bermain game sampai lupa waktu.

Sebagai seseorang yang dapat dikatakan sering begadang, saya sendiri juga sudah merasakan dampak negatif dari begadang itu sendiri. Dengan pola hidup yang kurang teratur dapat meningkatkan risiko terkena penyakit akibat begadang. Dari hal yang kecil, begadang dapat membuat wajah menjadi kurang fresh, pucat dan lingkar mata mengitam. Ciri fisik inilah yang dapat menbuat seseoramg di cap sebagai night owls atau orang yang sering begadang. Pusing dan sulit berkonsentrasi menjadi salah satu dampak dari begadang. Hal inilah yang minimal terjadi pada orang yang melakukan aktivitas begadang. Saya pun turut merasakannya, rasa pusing dan melayang kemudian badan terasa tidak enak dan kesulitan dalam berkonsentrasi. Kegiatan begadang juga dapat mengurangi kemampuan daya ingat otak. Tubuh terlihat lesu dan tidak bersemangat. Sering kali saya melihat teman-teman saya yang melakukan begadamg juga mengalami hal yang sama, mulai dari merasa lesu hingga tidur di kelas pun menjadi solusi untuk mengurangi rasa kantuk akibat begadang. Orang yang memiliki kebiasaan begadang cenderung lebih mudah merasakan kantuk. Merasakan kantuk yang berat tentu dapat sangat berbahaya bagi diri sendiri maupun orang lain. Contohnya saja jika kita mengantuk pada saat berkendara, akan mengakibatkan kecelakaan dan merenggut korban jiwa. Sudah banyak sekali kasus kecelakaan yang didasari oleh supir mengantuk walaupun.

Begadang juga dapat berdampak pada kesehatan mental. Menurut Universitas Ciputra pada program pembelajaran online UCEO, stress dan depresi merupakan dampak yang sering timbul akibat begadang. Kurang tidur menyebabkan pikiran sesorang menjadi tidak tenang, cenderung merasa gelisah dan emosi yang berlebihan. Penelitian yang dilakukan oleh Universitas Pennsylvania menyebutkan bahwa seseorang yang memiliki jam tidur kurang dari lima jam sehari selam tujuh hari berturut-turut akan menyebabkan stress, sedih, marah, serta kelelahan pikir. Tak hanya itu begadang juga dapat memberikan dampak penyakit degeneratif yang tentunya memiliki proses jangka panjang untuk terjadinya suatu penyakit dengan dampak yang terlihat baru akan terjadi setelah beberapa tahun kedepan. Menurut Kaplan dalam Hypertension in The Eldery Second Edition, Hipertensi disebabkan adanya perubahan struktur pada pembuluh darah sehingga pembuluh darah menjadi lebih sempit dan dinding pembuluh darah menjadi kaku. Orang dengan gangguan tidur dan sering begadang berisiko tinggi untuk terkena hipertensi. Penyakit jantung, tidak hanya disebabkan oleh hipertensi, serangan jantung juga dapat disebabkan oleh angin malam yang kurang baik untuk kesehatan tubuh. Kebiasaan kurang tidur juga berdampak pda kejadian stroke, pada laman UCEO dijelaskan bahwa penelitian yang dilakukan oleh Warwick Medical School dalam publikasi European Heart Journal menyebutkan bahwa jika seseoarang tidur kurang dari enam jam setiap hari, maka akan meningkatkan serangan stroke yang berakibat kematian sebesar 15%.

Seseorang yang kekurangan waktu tidur akan mengalami penurunan kadar hormon di dalam tubuhnya. Diabetes dan Obesitas tak luput dari dampak begadang. Ketika kita melakukan kegiatan tersebut, pada umumnya kita akan merasakan lapar di malam hari dan untuk memenuhi itu tentunya kita akan membiasakan diri untuk makan pada larut malam. Kurang tidur juga dapat meningkatkan risiko Alzheimer yaitu penyakit pelupa baik permanen maupun sementara. Dampak begadang juga terjadi pada hormon dan gairah seks yang berkurang. Dimana produksi hormon yang terhambat saat kita kurang istirahat dan berkurangnya hormon yang di produksi. Gairah seks yang menurun dapak diakibatkan karena kita sering melakukan kebiasaan begadang yang dapat menguras tenaga sehingga timbul rasa kantuk dan tekanan darah yang meningkat. Beberapa ahli dalam penelitian juga menuturkan bahwa orang dengan waktu tidur yang kurang dapat memperbesar risiko kematian dini.

Bagaimana kaula muda? Sudah jelas bukan begadang memberikan dampak negatif bagi tubuh baik secara fisik maupun mental. Untuk itu kita harus tau bagaimana cara dalam mengatasi begadang baik menghindari ataupun mencegahnya. Berdasarkan sumber yang saya baca, orang dengan insomnia dianjurkan untuk mandi sekitar satu setengah jam hingga dua jam sebelum tidur. Hal ini membuat tubuh terasa lebih relaks dan juga segar. Perbanyak minum air putih untuk menghindari dehidrasi saat kita begadang, dan juga kita dianjurkan untuk minum satu gelas air baik sebelum dan sesudah tidur. Kurangi makanan cepat saji karena proses detoxin yang dilakukan oleh hati terjadi pada malam hari. Jika kita banyak mengkonsumsi makanan cepat saji dan melakukan aktivitas begadang, makan proses detoxin di dalam tubuh akan terganggu.

Minum susu dan makan sebelum tidur juga dapat mencegah terjadinya aktivitas begadang. Karena di dalam susu terdapat kandungan triptofan dapat membantu melepaskan melatonin dalam tubuh yang dapat mengakibatkan rasa kantuk dan merelaksasi tubuh. Kurangi aktivitas fisik dimalam hari dan mulailah melakukan pekerjaan sedini mungkin agar tidak menumpuk dan menjadi deadline. Sebagai seorang deadliner, saya merasa perlu mengubah prilaku saya dalam bekerja untuk lebih meningkatkan kualitas istirahat tubuh. Jadilah pribadi yang sehat dengan plmola hidup yang sehat dan cintailah dirimu sendiri. Karena kalau bukan kita siapa lagi?

*) Penulis adalah mahasiswa Fakultas Masyarakat Universitas Sriwijaya


Penulis: Rindu Ade Mika Afrilia
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments