Selasa, 19 November 2019

Uang Hasil Membegal Digunakan Beli Narkoba dan Berjudi


Rabu, 06 November 2019 | 08:15:22 WIB


Kapolsek Pasar AKP Sandi Muttaqin saat mengekspos penangkapan dua pelaku begal
Kapolsek Pasar AKP Sandi Muttaqin saat mengekspos penangkapan dua pelaku begal / metrojambi.com

JAMBI - Zaeni Miftah (23), Anak Buah Kapal (ABK) asal Kebumen, Jawa Tengah, menjadi korban begal dua pemuda di Jambi. Kejadian itu dialami Zaeni saat kapal bersandra di Jambi, Kamis (31/10/2019) dini hari sekira pukul 01.00 WIB.

Awalnya, korban membeli air minum di salah satu warung yang berada di depan pintu masuk kawasan Pulau Pandan, Kelurahan Legok, Kecamatan Danau Sipin, Kota Jambi.

Kedua pelaku, yakni Niko Antonio (22) warga Pulau Pandan, dan Junfaredi (20) warga Lorong Telaga II, Kelurahan Murni, Kecamatan Danau Sipin, menghampiri korban dan mengajak korban untuk berjalan jalan membeli narkoba jenis sabu di Pulau Pandan.

Korban yang terkena bujuk rayu akhirnya bersedia mengikuti kedua pelaku ke Pulau Pandan. Namun sesampainya di dalam kampung Pulau Pandan, Niko dan Junfaredi merampas HP Xiaomi Redmi 4a dan uang senilai Rp 2,7 juta yang berada di dalam dompet milik korban.

Usai melancarkan aksinya, kedua pelaku lantas melarikan diri. Sementara itu koban, langsung mendatangi kantor polisi untuk membuat laporan.

Kapolsek Pasar AKP Sandi Muttaqin mengatakan antara tersangka dan korban tidak saling mengenal, karena baru pertama kali bertemu. Kedua tersangka menggunakan modus dengan cara mengajak korban untuk jalan-jalan.

"Awalnya dirayu tersangka untuk diajak berjalan jalan," ujar Sandi, Rabu (6/11/2019).

Ketika sampai di mampung Pulau Pandan, di tempat yang sepi, barulah Niko dan Junfaredi merampas harta benda milik korban.

"Kerugian korban handphone Xiaomi Redmi 4a dan uang senilai Rp 2,7 juta yang berada di dalam dompet milik korban," jelas Sandi.

Setelah melakukan penyelidikan selama 1 hari, tim Reskrim Polsek Pasar berhasil mendapati ciri-ciri serta identitas kedua pelaku, lalu dilakukan penangkapan.

"Tersangka kita amankan di kediamannya masing-masing pada Sabtu 2 November 2019 dengan barang bukti 1 buah handphone Xiaomi Redmi 4a. Sedangkan uang hasil rampasan telah habis," jelasnya.

Niko salah satu dari dua tersangka saat diwawancarai awak media mengakui perbuatannya. Dia menyebut, uang hasil rampasannya itu digunakan bersama rekannya untuk membeli sabu di Pulau Pandan.

Kemudian, sisa uangnya dipergunakan untuk bermain judi. "Untuk nyabu sama main judi tembak ikan bang. Tidak dipergunakan untuk hal lain," ujarnya.

Ditambahkam Niko, dirinya mengkonsumsi narkoba tidak hanya satu kali itu saja, melainkan sudah berulang kali. "Saya beli sabu seharga 200 ribu dan sisanya untuk judi," ucapnya.

Akibat perbuatannya, kini kedua pemuda itu harus merasakan dinginnya udara  di sel tahanan Mapolsek Pasar Jambi. Keduanya dijerat Pasal 368 KUHP dengan ancaman kurungan penjara diatas lima tahun.


Penulis: Novri
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments