Minggu, 15 Desember 2019

Pengedar Sabu Ditangkap Saat Tunggu Pembeli di Halaman Masjid


Senin, 04 November 2019 | 23:10:08 WIB


Kapolresta Jambi Kombes Pol Dover Christian saat mengekspos penangkapan pengedar narkotika dengan barang bukti 1 kg sabu
Kapolresta Jambi Kombes Pol Dover Christian saat mengekspos penangkapan pengedar narkotika dengan barang bukti 1 kg sabu / metrojambi.com

JAMBI – Aparat kepolisian kembali berhasil menggagalkan peredaran 1 Kg sabu di Kota Jambi. Kali ini, pengedar tak berhasil mengelabuhi petugas, meskipun sudah menggunakan modus yang terbilang baru.

Dalam aksinya, pelaku yang diketahui bernama Bayu Candra (28), warga Desa Tanjung Katung, Kecamatan Maro Sebo Kabupaten Muaro Jambi, berupaya mengelabuhi petugas dengan meletakan sabu seberat 1 Kg dalam kantong plastik yang ditutupi ikan tenggiri. Namun gelagat pelaku yang mencurigakan, akhirnya membuat ia tertangkap.

Parahnya lagi, tersangka Bayu ini melakukan transaksi di Halaman Masjid Agung Alfalah, Kota Jambi. Namun, meskipun sudah sedemikian rupa upayanya mengelabuhi petugas, ia tetap berhasil diamankan.

Kapolresta Jambi, Kombes Pol Dover Christian mengatakan, penangkapan itu barawal dari informasi masyarakat, bahwasanya akan ada transaksi sabu di kawasan itu.

"Pelaku ditangkap saat menunggu dijemput pemilik barang haram tersebut,  tersangka ini hanya sebagai kurir. Ia diupah Rp 5 juta," kata Kapolresta Jambi Kombes Pol Dover Cristian, Senin (4/11/2019).

Dover mengatakan, penangkapan terhadap tersangka tersebut di lakukan pada Minggu 3 November 2019 kemarin, di Halaman Masjid Agung Jambi. "Kita tangkap saat itu tersangka membawa sabu seberat 1050 gram (1,050 Kg) yang dimasukan ke dalam plastik besar,” ujarnya.

Dia menyebutkan, sabu seberat 1 Kg tersebut sengaja disimpan di dalam plastik yang berisi ikan tenggiri kering dan ikan tenggiri asap. "Untuk mengelabui petugas, sabu ditutup menggunakan ikan tenggiri kering, terus dibawahnya ikan tenggiri basah. Jadi sabunya ditengah tengah nya," ujar Dover.

Modus tersangka tersebut tergolong baru, namun aksi tersangka tercium oleh pihak kepolisian lantaran gerak gerik nya mencurigakan. "Tersangka ini gelisah, jadinya patut dicurigai," sebutnya.

Sebelum dilakukan penangkapan tersebut, polisi telah menginai pelaku. “Informasi kita terima jam 11 siang, tapi baru kita dapatkan tersangka pada  siangnya sekitar pukul 15.00 Wib," ungkapnya.

Dari pengakuan tersangka, kata Dover, baru melakukan sebanyak satu kali, namun aksinya tersebut berhasil di gagalkan."Ngakunya baru satu kali, tapi kita akan dalami terus. Saat di periksa tersangka mengaku dibayar Rp 5 juta," sebutnya.

Dari pengakuan tersangka, dirinya hanya diminta untuk mengantarkan sabu tersebut. Saat ini Kepolisan masih memburu tersangka lain yakni inisial R. "Pelaku R masuk Daftar Pencarian Orang (DPO), masih kita buru terus ini pelaku, diduga jaringan Riau tersangka ini," ucapnya.

Saat dilakukan penangkapan, tersangka tidak melakukan perlawanan. "Dia tidak melawan sehingga kita bawa secara baik," tandasnya.

Tersangka terancam hukuman minimal 5 tahun penjara paling lama 20 tahun atau seumur hidup. "Kita kenakan Pasal 112 ayat (2) dan atau pasal 114 ayat (2) UU nomor 35 tahun 2009 tentang Pemberantasan narkotika," tandasnya.


Penulis: Novri
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments