Kamis, 14 November 2019

Pembangunan Fly Over Simpang Mayang Dipastikan Ditunda


Kamis, 07 November 2019 | 11:44:53 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / istimewa

JAMBI - Rencana pembangunan Fly Over Simpang Mayang, Kota Jambi dengan nilai proyek hampir mencapai Rp 200 miliar yang pengerjaannya akan dimulai pada awal tahun 2020 mendatang resmi ditunda. Ini dikarenakan belum menjadi sangat prioritas dan masih banyaknya target indikator lain yang belum terpenuhi.

Ketua Komisi III DPRD Provinsi Jambi Fauzi Ansori mengatakan, hasil pembahasan antara Komisi III dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), disepakati proyek itu dialihkan untuk pencapaian target indikator kinerja di bidang infrastruktur dalam rangka mewujudkan Jambi Tuntas 2021.

"Oleh karena itu kami melihat mana program-program yang belum begitu prioritas dialihkan untuk mencapai target indikator kinerja Pak Gubernur," ujarnya, Kamis (7/11/2019).

Terkait waktu penundaan pembangunan fly over sendiri, Fauzi menyebut sampai dengan keuangan daerah membaik.

"Jadi kita kembalikan ke PU untuk menyusun kembali kebutuhan anggaran secara berkeadilan di Provinsi Jambi. Mohon maaf sekali lagi, bukan tidak menyetujui, tapi kami hanya menunda. Tahun depan kami setujui ketika anggaran kita tidak minim, sampai dengan keuangan daerah membaik dan anggaran kita arahkan untuk mencapai target Pak Gubernur," bebernya.

Fauzi menjelaskan, Komisi III tidak pernah mencoret rencana pembangunan, melainkan melakukan penundaan yang belum prioritas dan diarahkan. Dicontohkannya di bidang cipta Karya itu ada sekitar Rp 64 miliar anggarannya yang diarahkan untuk pencapaian target kinerja.

"Khususnya di air minum, lingkungan permukiman kumuh ya dan lain sebagainya, kemudian juga di sumber daya air kita fokus kepada penanganan infrastruktur yang menjadi kewenangan provinsi," terangnya.

Sedangkan untuk di luar kewenangan lrovinsi, Fauzi menyebut dilihat urgensinya secara perwilayahan. Apabila melintasi 2 Kabupaten, maka kewenangannya akan mereka ambil alih.

"Jadi ini pembahasan bener-bener serius ya, kita tidak ada dusta diantara kita, yang kita harapkan bagaimana infrastruktur di Jambi akan lebih baik dimasa yang akan datang," bebernya.

Mantan Kepala Bappeda Provinsi Jambi ini memastikan hampir 50 persen kegiatan-kegiatan yang diusulkan itu mereka lakukan fokus dengan program dan kegiatan dalam rangka mencapai target, sementara mengenai fly over, kata Fauzi bukan persoalan setuju atau tidak setuju.

"Iya itu memang dibutuhkan, tetapi ketika posisi keuangan daerah definisit Rp 186 miliar, maka kami juga harus melihat, harus memfokuskan sementara waktu target-target yang harus dicapai sampai dengan 2021, diantaranya infrastruktur jalan dan jembatan di Provinsi Jambi," katanya.

Khususnya jalan di Provinsi Jambi yang sepanjang 1052 KM, sementara tidak sampai 10 persen anggarannya. Oleh karena itu, Fauzi menyebutkan komisi III meminta untuk fokus dulu dengan pembangunan jalan.

"Misalnya jalan Senyerang di Tanjabar, arah jalan ke Ujung Jabung, Simpang Palawan Barat arah jalan ke Simpang Palawan Sungai Salak pekan Gedang, Jalan Simpang Ness Sungai Buluh Sungai Durian kemudian Jalan Jangkat, kita masih punya PR menyelesaikan target multiyers tahun 2011 dulu," tandasnya.

Untuk diketahui, pembangunan fly over ini sudah direncanakan Pemprov Jambi sejak tahun 2012, sampai dengan 2018-2019 sudah dianggarkan tetapi tak kunjung terlaksana, dan di tahun 2020 sepertinya fly over kembali gagal dilaksanakan.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments