Minggu, 12 Juli 2020

Pemkab Sarolangun Dapat Bantuan 20 Miliar untuk Pembangunan TPA


Kamis, 07 November 2019 | 11:47:17 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

SAROLANGUN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sarolangun mendapat bantuan dana sebesar Rp 20 miliar dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

"Bantuan dari Kementerian PU. Itu untuk pembangunan TPA baru dengan luas lokasi kurang lebih 8,5 hektare. Untuk pekerjaannya akan dilaksanakan langsung oleh pihak provinsi. Jadi bantuan tersebut tidak diserahkan kepada kita, tapi melalui Dinas PUPR Provinsi Jambi,” kata Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Sarolangun H Saifullah, Kamis (7/11/2019).

Ia menyebut, TPA lama sudah berumur belasan tahun, yakni kurang lebih 19 tahun. Selain itu banyaknya produksi sampah setiap harinya di Sarolangun membuat muatan TPA lama tak maksimal.

“Untuk produksi sampah kita se-Kabupaten Sarolangun mencapai 50 meter kubik (m3) per hari. Dengan produksi sampah yang cukup banyak, sementara TPA hanya satu, maka kita memerlukan TPA baru untuk menampung sampah yang setiap harinya bertambah,” terangnya.

Menurut Saifullah, untuk saat ini penyumbang sampah terbesar masih dipegang oleh Kecamatan Sarolangun dan Singkut. Ini lantaran kedua kecamatan tersebut merupakan pusat perbelanjaan atau ekonomi di Sarolangun.

"Makanya untuk mengurangi produksi sampah tersebut, kita sudah mulai terapkan agar penggunaan kantong plastik dikurangi. Para pedagang juga sudah kita ajak untuk bekerja sama. Karena untuk produksi sampah kita saat ini, sampah plastik paling mendominasi,” jelasnya.

Selain itu, ke depan, pihaknya juga mengajak seluruh RT/RW untuk bekerja sama dalam mengedukasi masyarakat tentang mengelola sampah dengan baik.

“Nanti melalui RT/RW, masyarakat kita meminta memilah sampah-sampah terlebih dahulu. Setelah dipilah antara sampah organik dan anorganik, baru akan kita jemput pada satu titik TPS. Jadi kita tidak jemput sampah ke masing-masing rumah lagi,” tuntasnya.


Penulis: Luncai Hendri
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments