Selasa, 19 November 2019

Pembunuhan Pegawai Alfamart Ternyata Sudah Direncanakan


Kamis, 07 November 2019 | 22:30:12 WIB


Penyidik Polsek Telanaipura saat menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan pegawai Alfamart
Penyidik Polsek Telanaipura saat menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan pegawai Alfamart / metrojambi.com

JAMBI – Pembunuhan Muhamad Safi'i alias Fikri, pegawai Alfamart yang ditemukan sudah membusuk di kamar kosnya di Jalan Empu Sendok,  RT 14, Kelurahan Solok Sipin, Kecamatan Danau Sipin Kota Jambi, ternyata sudah direncanakan oleh pelaku dari rumah.

Ini diketahui dari rekontruksi yang digelar di Mapolsek Telanaipura, Kota Jambi, Kamis (7/11/2019). Dimana dari rekonstruksi itu, tersangka Muhammad Sabri dan Rizki Ardiansyah, memperagakan 30 adegan pembunuhan yang sudah direncanakan secara sistematis.

Pada adegan pertama saat kedua tersangka berada di rumah Rizki yang berada di kawasan Jalan Lingkar Selatan, telah merencanakan melaksanakan perampasan harta benda korban. Bahkan jika korban melawan akan dihabisi dengan pisau yang telah disiapkan dari rumah Rizki.

Awalnya, Rizki yang sudah sering komunikasi dengan korban mendapat pesan Facebook dari korban jika korban meminta tersangka Rizki untuk datang kos yang berada di Jalan Empu Sendok tersebut.

Mendapat pesan itu, kemudian ia mengajak tersangka Sabri untuk datang ke kos. Saat itu Rizki mengajak Sabri untuk mengambil motor dan sejumlah harta benda korban. Bahkan Rizki memerintahkan Sabri untuk mengambil pisau di dapur untuk dibawa kerumah korban. Hal itu dilakukan jika korban nantinya melawan akan dihabisi dengan pisau tersebut.

Kemudian keduanya berangkat dengan menggunakan motor beat warna hitam pada Rabu 4 September 2019 lalu sekitar pukul 22.00 WIB. Sesampainya di rumah korban keduanya dan korban sempat main game online bersama di Handphone masing masing. Bahkan mereka juga sempat nonton tv secara bersama dan tidur bersama dalam satu kamar.

Pada adegan ke 13 rencana pembunuhan tersebut mulai dilakukan keduanya sekitar pukul 04.00 WIB, saat korban tertidur pulas. Saat itu tersangka Rizki membangunkan tersangka Sabri untuk menghabisi korban. Saat itu tersangka Rizki meminta Sabri untuk mengambil tabung gas LPG 3 Kg yang ada di sudut kamar korban dan dihantamkan ke kepala korban bagian belakang sebanyak dua kali.

Saat itu korban langsung ngorok sambil menangis seketika itu  Rizki mengambil bantal dan langsung menutupkan kebagian wajah agar rintihan itu tidak terdengar.

Setelah dilakukan pemukulan dengan tabung gas, pada adegan selanjutnya tersangka Sabri pada adegan ke 20 mengambil palu yang sudah ada di kamar tersebut. Kemudian memukulkan dengan kencang sebanyak dua kali di bagian kuduk korban. Namun korban masih juga mengorok dan belum meninggal.

Selanjutnya, tersangka Rizki mengambil pisau di dalam box motor yang dibawanya dari rumah yang sengaja disiapkan untuk menghabisi korban. Kemudian pada adegan ke  24, pisau tersebut diserahkan ke tersangka Sabri untuk melakukan penusukan ke pugngung korban sebanyak dua kali. Hingga akhirnya korban tidak bergerak lagi.

Melihat korban tidak bergerak lagi, kedua tersangka langsung mengambil laptop, dompet dan motor korban serta membawa pergi benda benda berharga milik korban lainnya.

Kapolsek Telanaipura AKP Yumika Putra mengatakan rekontruksi tersebut dilakukan untuk mencocokkan berita acara pemeriksaan (BAP) dengan apa yang sebenarnya dilakukan kedua tersangka. Agar nantinya jaksa dalam menyusun dakwaan tidak kebingungan. "Ini unt melengkapi beberapa hal yang dibutuhkan jaksa dalam proses pemeriksaan berkas," katanya.

Yumika menegaskan ada beberapa adegan yang dilakukan tersangka untuk merencanakan pembunuhan. "Ada perencanaan dari awal untuk menguasai harta benda korban," tandasnya.


Penulis: Novri
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments