Sabtu, 6 Juni 2020

Pengangguran di Jambi Bertambah 4,89 Ribu Orang


Minggu, 10 November 2019 | 21:32:09 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

JAMBI - Jumlah angkatan kerja penduduk Jambi pada Agustus 2019 sebanyak 1.765,75 ribu orang, turun 24,69 ribu dibandingkan Agustus 2018. Sejalan dengan itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga mengalami penurunan, yakni tercatat 66,09 persen atau turun 2,37 poin dibandingkan setahun lalu.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi Dadang Hardiwan membenarkan hal tersebut. Menurutnya, penurunan TPAK memberikan indikasi adanya penurunan potensi ekonomi dari sisi pasokan (Supply) tenaga kerja.

"Kalau berdasarkan jenis kelamin, TPAK laki-laki sebesar 84,34 persen. Sementara TPAK perempuan hanya 47,03 persen. Dibandingkan tahun lalu itu, kondisi TPAK laki-laki mengalami penurunan 0,08 poin. Sedangkan TPAK perempuan turun 4,92 poin," ujarnya belum lama ini.

Untuk tingkat Penganggutan Terbuka (TPT), Dadang menyebutkan dalam setahun terakhir pengangguran bertambah 4,89 ribu orang, sementara TPT naik sebesar 0,33 poin. "TPT Agustus 2019 naik 4,19 persen dibanding TPT Agustus 2018 sebesar 3,86 persen," katanya.

Namun jika dilihat dari tingkat pendidikan, TPT pendidikan SMK paling tinggi diantara tingkat pendidikan yang lainnya, yaitu sebesar 10,64 persen. Dan TPT tertinggi berikutnya terdapat pada jenjang pendidikan SMA sebesar 7,60 persen, kemudian Universitas 5,90 persen.

"Dengan kata lain, ada penawaran tenaga kerja yang tidak terserap terutama pada tingkat pendidikan SMK, SMA dan Universitas," ujar Dadang.

Lebihlanjut Dadang mengatakan, penduduk yang bekerja sebanyak 1.681, 78 ribu orang, berkurang 29,58 ribu orang dari Agustus 2018. Sektor-sektor yang mengalami peningkatan presentase penduduk yang bekerja terutama sektor penyediaan akomodasi makan dan minum 0,83 persen. Dilanjutkan dengan sektor industri pengolahan 0,61 persen, sektor pertambangan dan penggalian 0,33 persen serta sektor transportasi 0,32 persen.

"Sektor-sektor yang mengalami penurunannya adalah sektor pertanian 1,91 persen, sektor konstruksi 0,25 persen, serta sektor jasa keuangan 0,18 persen," paparnya.

Dari 1.681,78 ribu orang yang bekerja tersebut, sebanyak 8,77 persen masuk kategori setengah menganggur dan 28,72 persen paruh waktu.

Selanjutnya, jika dilihat dari daerah tempat tinggalnya, TPT di perkotaan, sebut Dadang, tercacat lebih tinggi dibandingkan di perdesaan. Agustus 2019 TPT di perkotaan sebesar 4,92 persen, sedangkan TPT perdesaan sebesar 3,82 persen.

“Ini berbanding terbalik ditahun lalu. TPT perkotaan malah turun 0,38 poin, sementara TPT perdesaannya meningkat 0,65 poin," tandasnya.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments